Tampilkan postingan dengan label Berita Koran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Koran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 10, 2008

Khusuk Menunaikan Ibadah dan Ziarah

SKH Radar Tanggamus, Sabtu, 10 Mei 08 - oleh : adyjin

Catatan Perjalanan Spiritual Akhmadi Sumaryanto (Bagian IV)
Khusuk Menunaikan Ibadah dan Ziarah
Berikut ini adalah perjalanan spiritual dari sang kandidat calon wakil gubernur Lampung, Ir. Akhmadi Sumaryanto (Yanto) yang baru saja menunaikan ibadah umrah.
Catatan perjalanan ini dirangkum dengan tema naratif dan disampaikan langsung oleh Akhmadi Sumaryanto yang ditulis Radar Tanggamus di sela-sela kesibukannya menghadiri berbagai undangan dan sosialisasi yang berkaitan dengan agenda pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung.

Laporan Andri Cahyadi, GISTING

SEBAGIAN besar mereka yang Umrah adalah, untuk menyempurnakan ibadah Haji yang pernah dilaksanakan. Karena pada waktu pelaksanaan ibadah Haji, merasa kurang sempurna, karena terbatasnya waktu.
Terlebih karena tempat yang berjubel lantaran musim Haji, sehingga sholat menjadi kurang khusuk, meskipun di kota Nabi.
Kemudian Thawaf tidak bisa di dekat Kabah. Syai tidak bisa tenang karena berdesakan, dan sebagainya. Maka banyak yang kemudian melakukan ibadah umrah,dengan harapan agar lebih khusuk dalam beribadah.
Meskipun ternyata, dalam beberapa hal juga tetap tidak tercapai. Ibu, Hj. Tasmini Saelan binti Syarif Mutaqqin, salah satu keinginanannya dalam umrah ini adalah, dapat melihat Hajar Aswad lebih dekat Hajar Aswad di Kabah Masjidil Haram.
Tidak usah mencium.hanya ingin melihat dari dekat saja. Tetapi sampai waktu pulang, keinginan ini tidak tercapai.
Meskipun bukan waktunya Haji dan sedang musim panas, jamaah yang thawaf tetap saja penuh di sekililing Kabah. Kami menduga kalau tengah malam sepi yang thawaf, ternyata tetap juga ramai.
Ibu sudah mencoba jam 2 dini hari ke Kabah untuk Thawaf, ternyata ramainya tetap juga sama. Pernah dicoba siang terik maahari, tetapi tetap juga sama. Jangan ditanya kalau bakda subuh, bada maghrib atau waktu duha.
Hampir semua tempat thawaf penuh sesak, apalagi di dekat Hajar Aswad, Rukun Yamani dan Hijr Ismail yang memang disunahkan untuk mencium, mengusap dan sholat sunah. Kalau tidak punya kekuatan ekstra, jangan berharap bisa melakukan sunah-sunah tersebut.
Memang ibadah hajidan umrah adalah ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik. Tetapi saya melihat banyak manula, dengan langkah tertatih dan pelan melaksnakan semua ibadah itu.
Dan, Subhanallah, bisa menyelesaikan semua itu, meski dengan waktu yang jauh lebih lama dari jmaah yang muda-muda.
Bahkan ada yang thawaf dan sya'i membawa kursi lipat yang digunakan untuk istirahat kalau lelah, jadi tongkat kalau berjalan, bahkan jadi tempat sholat. Tetapi yang muda-muda, melakukan ibadah ini dengan semangat, sya'i dengan berlari, thawaf dengan cepat, berdoa dengan keras.
Melihat yang ini, subhanallah, kalau semua umat Islam seperti mereka, maka fajar kemengan umat Islam semakin dekat, apalagi kalau jamaha Turki dan Iran, yang selain bersemangat, badan beasr dan kompak, pantas kalau mereka menang.
Nah, jamaah Indonesia , sudah kecil-kecil kurang semangat tidak bersatu dan tidak kompak lagi. Wah, kapan ya fajar kemenangan Indonesia ? Tapi, Bangkit Negeriku. Harapan itu masih ada!. (*)

Kamis, Mei 08, 2008

Nostalgia SMA Negeri 2 Tanjungkarang

Mas Yanto Buka-bukaan saat Masih di SMAN 2

Written by Administrator
Radar Lampung Online, Wednesday, 07 May 2008
Laporan/Editor: Senen

BANDARLAMPUNG – Bakal calon wakil gubernur (balonwagub) Lampung Ir. Akhmadi Sumaryanto kemarin melakukan reuni dengan gurunya di SMAN 2 Bandarlampung. Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Mas Yanto ini buka-bukaan saat masih berstatus siswa di sekolah tersebut.
Menurut anggota DPRD Tanggamus ini, saat menjadi siswa sejak tahun 1979-1982, ia tidak terlalu dikenal di sekolah. Karena usianya masih remaja, kenakalan-kenakalan juga pernah dilakukan.
Tak heran saat menimba ilmu di sekolah tersebut, ia pernah dipukul oleh guru, nyontek dengan teman sekelasnya, berkelahi, serta melakukan demo terhadap pihak sekolah. ’’Rambut saya pernah dicukur di ruang kelas selama tiga jam karena panjang,” kenang Mas Yanto seraya diketawai dewan guru yang hadir di sekolah tersebut.
Pelajaran yang tidak disukai Mas Yanto saat itu adalah kimia, gurunya bernama Yati. Bahkan pernah saat gurunya menyampaikan pelajaran, Mas Yanto asyik membaca novel Kopingho. ’’Saya juga pernah mengukir prestasi sebagai juara sepak bola antarkelas,” terangnya.
Balonwagub yang diusung PAN-PKS ini juga menyampaikan niatnya melakukan kunjungan ke SMAN 2 kemarin. Selain sungkeman, katanya, juga mohon doa restu pada pencalonannya di pilgub mendatang.
Menurut Mas Yanto, pencalonannya ini merupakan amanah yang cukup berat. Atas dorongan dan dukungan berbagai pihak, amanah tersebut akan coba dilaksanakan.
Kehadiran Mas Yanto kemarin itu diterima Wakil Kepala SMAN 2 Bandarlampung Bidang Kurikulum Leni Marya Marsitoh. Sebagai guru Mas Yanto, pihak sekolah merasa senang dan bangga karena mantan siswanya berhasil berkarir. Sedikit banyak, dalam karir yang diraih itu ada sumbangsih guru-guru di SMAN 2.
Salah satu guru SMAN 2, Sukarman, secara moril mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung pencalonan Mas Yanto dalam pilgub mendatang. Namun sebagai PNS (pegawai negeri sipil), guru di SMAN 2 akan bersikap netral. (*)

DEKLARASI PASANGAN ZULKIFLI ANWAR-AKHMADI SUMARYANTO


Cermin Pemimpin, Menuju Lampung Baru
SKH Radar Tanggamus, Senin, 05 Mei 08 - oleh : adyjin

BANDARLAMPUNG – Pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur (balongub-balonwagub) Lampung Zulkifli Anwar-Akhmadi Sumaryanto (Zul-Yanto) menyampaikan permohonan doa dan restu kepada masyarakat Lampung, kader, serta simpatisan PAN--PKS untuk dapat diberi kesempatan memimpin Bumi Ruwa Jurai periode 2009-2014.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Anwar didampingi Akhmadi Sumaryanto dihadapan massa yang hadir dalam deklarasi tersebut di depan halaman Stadion Sumpah Pemuda, kemarin.
Ada sejumlah pernyataan yang disampaikan pasangan tersebut dalam orasinya. Satu diantaranya, mereka berjanji komitmen untuk membawa Lampung menuju keadilan dan kesejahteraan yang telah lama diharapakan.
"Insya Allah atas dukungan masyarakat Lampung, kemenangan akan kita raih bersama. di Jawa Barat, Sumatera Utara, koalisi PKS-PAN berhasil meraih suara signifikan, mudah-mudahan dengan tekat dan harapan besar nanti Pilgub Lampung, akan kita menangkan," papar Zul seraya menegaskan dirinya bersama Yanto dalam mencalonkan diri karena ingin menjadi khalifah yang diberkati Allah Swt.
"Kami ingin membawa provinsi ini menuju kebaikan, bukan kepada keburukan,” imbuh bupati Lampung Selatan itu.
Cawagub Akhmadi Sumaryanto (Yanto) juga berharap, masyarakat Lampung bukan saja memperhatikan, tapi mengingatkan langkahnya dalam memimpin provinsi ini kelak jika terpilih. Tanpa sungkang-sungkan ia pun ssecara terbuka meminta masyarakat terus menegurnya jika langkahnya keluar dari komitmen dan harapan rakyat.
"Tegur saja kami jika keluar dari komitmen itu. Ingatkan kami jika melakukan kesalahan atau keluar dari komitmen serta koridor hukum,” pinta pria yang kini masih duduk sebagai anggota DPRD Tanggamus itu.
Sebelum pasangan tersebut melakukan orasi politik, dihadapan ribuan masa yang datang, Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir yang hadir bersama Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan dan sejumlah pengurus DPP lainnya juga berkesempatan membeberkan beberapa poin penting mengapa pihaknya bersama PKS, merekomendasi pasangan ini.
"Zul adalah calon pemimpin Lampung yang memiliki track record dan kemampuan yang dapat diandalkan. Sementara Akhmadi Sumaryanto adalaha kader PKS yang dikenal peduli dan terbukti bekerja untuk masyarakat. Sikap toleransi, bijak, dan mementingkan masyakat adalah bukti konkrit bahwa ia patut dan pantas mendampingi pemimipin Zulkufli Anwar," papar Sutrisno disambut aplus yang mengema di halaman terbuka itu.
Ia menegaskan, Lampung adalah provinsi dengan kedudukan dan letak yang sangat strategis.
Maka Lampung butuh pemimpin yang memiliki track record sekaligus bukti dapat membawa provinsi ini maju dan lebih berkembang.
"PAN--PKS memilih pasangan ini karena keduanya memiliki kemampuan yang dapat memimpin Lampung. Kami tidak risau dengan prediksi dari berbagai kalangan. Di beberapa daerah telah membuktikan bahwa pasangan yang dipilih oleh koalisi ini menang dan mampu bekerja untuk rakyat," papar Sutrisno Bachir optimistis bahwa Pemilu Gubernur (Pilgub) Lampung yang dijadwalkan 3 September mendatang, kemenangan akan diraih.
Soetrisno juga meminta seluruh kader dan simpatisan PAN-PKS tidak pesimistis karena melihat hasil polling yang dilakukan sejumlah pihak terhadap popularitas pasangan Zul-Yanto.
’’Kalau memang dalam polling Zul-Yanto menempati urutan terbawah, kita semua tidak perlu khawatir. Hal itu pernah terjadi pada pasangan HADE di Jawa Barat, tapi malah mereka yang menang,” ujar ketua parpol yang dekat dengan kalangan artis ini.
Karena itu, terusnya, seluruh kader dan simpatisan PAN-PKS serta tim sukses harus bekerja keras menuju tujuan utama, yakni memenangkan pasangan Zul-Yanto pada Pilgub 3 September 2008 mendatang. ’’Perlu diingat, kita jangan mau diadu domba oleh partai politik (parpol) dan calon lainnya. Karena, PAN-PKS bukanlah partai yang senang berkonflik. Kita semua berharap kemenangan pasangan ini bisa membawa Lampung keluar dari provinsi yang masih berkategori termiskin ini,” tuturnya.
Sementara, Ketua DPP PKS Habib Abu Bakar Al-Habsyi mewakili Presiden PKS Tifatul Sembiring menegaskan bahwa keterpaduan pasangan Zul-Yanto bisa mengantarkan kesejahteraan masyarakat Lampung. Zul-Yanto dihadirkan untuk membawa Lampung menuju lebih baik dari sebelumnya.
’’Karena itu, mari kita antarkan pasangan yang tidak memiliki perseteruan ini menuju kemenangan di pilgub dan bisa meraih 40 persen perolehan suara. Hidup Bang Zul, hidup Mas Yanto,” seru Habib Abu Bakar.
Baik Soetrisno Bachir maupun Habib sebelum mengakhiri orasinya mengajak agar seluruh kader dan simpatisan PAN-PKS yang memadati PKOR Wayhalim kemarin bersama-sama menyerukan yel-yel Zul-Yanto Sukses, Zul-Yanto Menang, Zul-Yanto Milik Kita Semua.
Pantauan di lokasi, deklarasi pasangan Zul-Yanto berlangsung meriah dan semarak dengan berkibarnya bendera PAN-PKS dan spanduk tim suksesnya. Tidak hanya itu, kader dan simpatisan juga dihibur penampilan Adi ’’KDI’’, Smile, Happy Salma, Silviana Herman, dan Verry.
Di pengujung acara deklarasi, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PKS Lampung Vittorio Dwison dan Ketua Panitia Deklarasi Pasangan Zul-Yanto Fikri Yasin membacakan ikrar kebulatan tekad pasangan Zul-Yanto.
’’Kami bertekad dan berjuang bersama masyarakat melalui Pilgub Lampung untuk memenangkan pasangan yang kami usung. Proses pilgub sebagai proses kepemimpinan politik dan membangun segenap kekuatan untuk menjadikan Zul-Yanto sebagai gubernur dan wakil gubernur Lampung dengan merangkul semua pihak,” kata Dwison dan Fikri berbarengan.
Dari DPP PKS, selain Habib, hadir fungsionaris lainnya seperti K.H. Abdul Hakim dan Al Muzzamil Yusuf, serta Korwil PKS Lampung Zahfan Badri. Sementara dari DPW hampir seluruh pengurus hadir, yang langsung dipimpin Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Jajuli. (M. Syaiful Amri)

Sabtu, Mei 03, 2008

Anak Guru

Akhmadi, Lahir dan Besar dari Keluarga Sederhana

SKH Radar Tanggamus, Senin, 14 April 08 - oleh : adyjin

Siapa yang menyangka, jika calon wakil Gubernur (wagub) yang berpasangan dengan calon Gubernur (cagub) Hi. Zulkifli Anwar yaitu Ir.Akhmadi Sumaryanto, ketika kecil adalah seorang pengembala kambing dan sapi.
Bahkan, kader PKS yang masih aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Tanggamus ini, menggembalakan 12 ekor kambing sekaligus. Sedangkan seekor sapi yag mereka miliki terpaksa dijual oleh orang tuanya, karena menanduk dirinya saat tengah menggembalakannya. Selain mengembalakan kambing, Akhmadi kecil juga pernah nekat berjualan balon tiup dan juga es lilin, meskipun dilarang oleh kedua orang tuannya, yang ketika itu berprofesi sebagai Guru SD di Kecamatan Gisting.
Kedatangan keluarga Akhmadi ke Gisting, pada tahun 1962 dipenuhi dengan suka duka. Ayahnya (alm) Hi. Saelan dan Ibunya, Hj. Tasmini bukan merupakan orang berada.
“Ketika pertama kali merantau ke Lampung ini, sesampainya di Kecamatan Pringsewu kami sempat kehabisan ongkos,” kata Akhmadi. Saat itu, lanjutnya, dikocek orang tuanya hanya tersisa uang Rp5, meskipun haus tidak tertahan, tidak ada yang berani beli es dengan alasan takut uangnya tidak cukup untuk ongkos ke Gisting.
Sesampainya di Lampung, ibunya yang terlebih dahulu menjadi PNS mulai mengabdikan diri, sebagai pengajar di SDN 2 Gisting. Ada kisah yang cukup menarik yaitu saat ayahnya mulai juga menjadi PNS sebagai guru SD. “Bapak membawa ijazah ke Pemda Propinsi, dan pulangnya sudah membawa SK sebagai PNS untuk mengajar di SDN 3 Gisting,” tabahnya.
Bagi Akhmadi, sosok ayahnya merupakan guru kehidupan baginya. Baik guru politik, maupun guru dalam bidang sosial kemasyarakatan.
“Bapak merupakan guru bagi saya untuk hidup sederhana dan apa adanya,” imbuhnya. Kesederhanaan yang ditanamkan oleh orang tuannya, bukan sekedar karena penghasilan orang tuanya yang cukup minim pada saat itu, tapi benar-benar hidup dengan pola sederhana karena gaji orang tuanya pada saat itu tidak mencukupi untuk biaya hidup selama satu bulan. Saat itu, profesi PNS jauh kalah bergengsi dengan para petani kopi. Waktu Akhmadi masih duduk di bangku SD, teman sebayanya yang merupakan anak petani kopi kerap membawa uang jajan yang amatbesar, sementara dirinya baru menikmati uang jajan ketika kelas 2 SMP, itupun hanya jika ada pelajaran olah raga, karena jarak lapangan cukup jauh dari sekolah.
Hal-hal seperti itu membuat dirinya merasa dekat dengan masyarakat kecil yang hidup serba kekurangan.
“Saya pernah menjadi petani dan pernah merasakan betapa sulitnya menjadi petani,” kenangnya. Seperti saat hari raya Idul Fitri, Akhmadi terpaksa menjaga burung agar tidak makan padi milik orang tuanya yang hampir panen. Hal-hal seperti itu merupakan romantisme, yang menjadi bekal hidup berarti.
Disinggung tentang pengalaman politik, Akhmadi menuturkan bahwa pengalaman politiknya dimulai dari tahun 1973. Saat itu, dirinya terkesan dengan sebuah gambar kampanye PPP dari koran Pelita milik orang tuannya.
“Saat itu, saya mulai tertarik dengan politik, saya mulai bertanya kepada orangtua saya mengenai partai politik,” imbuhnya. Tetapi beberapa saat kemudian, dirinya mulai menjauhi politik dan tidak tertarik sama sekali dengan politik lantaran ayahnya dijebloskan ke penjara selama 78 hari karena dituduh menjadi simpatisan PPP dan dianggap anti pemerintahan
“Saya mulai berfikir bahwa di politik itu banyak resiko-resiko yang cukup membahyakan,” lanjutnya.
Kembalinya Akhmadi ke kancah politik, karena desakan dari kawan-kawannya saat di bagku Unila.
“Saat itu, saya sedang rapat sebagai kepala sekolah, dan saya di telpon oleh Abdul Hakim (saat ini anggota DPR RI, red) dan dipaksa untuk jadi ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS),” terangnya.
Sejak saat itu, dirinya berkecimpung di dunia politik, bahkan menjadi anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera. “Jika bukan karena dorongan dari kawan-kawan dan keinginan untuk memperbaiki masyarakat ini, saya lebih nyaman jadi guru lagi, meskipun guru honor murni,” ujarnya. Termasuk pula ketika dirinya ramai dicalonkan dalam pilgub mendatang sebagai cawagub. Akhmadi mengungkapkan bahwa hal tersebut bukan merupakan keinginannya, melainkan pilihan dari teman-temannya. “Saya diamanahi oleh PKS untuk mendampingi Bang Zul sebagai wakil Gubernur, maka tidak ada pilihan lain kecuali menerimanya dan mengerjakannya dengan kesungguhan, karena pada prinsipnya jika diberi amanah harus dipegang dengan kukuh,” pungkasnya. (*)

Respon Masyarakat

Pencalonan Akhmadi sebagai Wagup Direspon Positif Masyarakat

SKH Radar Tanggamus, Sabtu, 29 Maret 08 - oleh : adyjin

KOTAAGUNG - Dicalonkannya Ir. Akhmadi Sumaryanto oleh DPP PKS sebagai calon wakil Gubernur Lampung mendampingi, Hi. Zulkifli Anwar, mendapat respon positif banyak kalangan. Akhmadi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Tanggamus dikenal sebagai sosok yang tegas, lugas, visioner, namun tetap bersahaja.
“Beliau memang pantas untuk meju pada Pilgub nanti. Karena saya yakin beliau memang memiliki kapasitas kepemimpinan yang cukup memadai untuk turut memajukan Lampung,” terang Yani, salah seorang warga Gisting kepada Koran ini, kemarin.
Selain itu, menurutnya, perpaduan antara Ir. Akhmadi dan Bang Zul (Zulkifli Anwar, red) merupakan perpaduan yang ideal, karena keduanya dapat saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.
“Kalau dipadukan dua kekuatan ini, maka yang terjadi adalah kekuatan yang luar biasa untuk pengembangan Lampung kedepan,” lanjutnya.
Sementara itu, sejumlah masyarakat lainya juga telah merespon munculnya Akhmadi sebagai calon wakil Gubernur. “Sebagai orang Tanggamus, kami cukup bangga ada putra daerah Tanggamus yang turut melaju dalam perhelatan pemilihan gubernur mendatang,” ungkap Kartini, salah seorang warga Gisting lainnya. “Dan sudah menjadi kewajiban kami untuk memenangkannya,” tambahnya.
Selain datangnya sejumlah dukungan, undangan dari masyarakatpun mulai mengalir kepada pigur bakal calon wagub ini. Kemarin malam (27/3), Ir. Ahmadi Sumaryanto mendapatkan undangan mengisi pengajian peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Manar, Dusun Waynabang, Pekon Terbaya, Kotaagung. Kemudian pada Jumat siang (28/3) Akhmadi Sumaryanto juga berkesempatan mengisi pengajian peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Hidayah Dusun Tengos, Pekon Sanggi, Kecamatan Bandarnegeri Semoung. Peringatan Maulid Nabi ini diselenggaraka oleh PAC Muslimat NU Kecamatan Bandarnegeri Semoung.
Dalam ceramah agama yang disampaikannya, Akhamdi mengajak kepada masyarakat untuk terus mentauladani akhlak Nabi Muhammad yang memang sempurna. Selain diisi ceramah agama, pada kesempatan tersebut juga dibagikan hadiah bagi para pemenang perlombaan dalam rangka menyemarakkan Maulid Nabi di pekon tersebut. Lomba yang digelar antara lain, lomba Mawalan, hafalan Surat Yasin dan Surat Waqi’ah. (Andri Cahyadi)

Kamis, April 17, 2008

PKS-PAN Optimis Menangkan Pilgub Lampung

Rabu, 16 April 2008

Bandarlampung (LampostOnline) - Partai Amanat Nasional (PAN) yang berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimis bahwa pasangan yang diusung, akan memenangkan pemilu gubernur (pilgub) Lampung, pasca kemenangan sementara pasangan H Ahmad Heryawan-Dede Yusuf ("Hade") dalam pilgub di Jawa Barat sebelumnya.

"Kemenangan sementara pasangan PKS-PAN dalam pilgub di Jawa Barat itu ternyata membangkitkan motivasi para kader di Lampung untuk memenangkan pemilihan gubernur mendatang," kata Ketua DPW PAN Provinsi Lampung, Abdullah Fadri Auli, di Bandarlampung, Rabu (16-4).

Dalam pilgub Lampung tahun 2008, PKS dan PAN berkoalisi mengusung pasangan Zulkifli Anwar (Bupati Lampung Selatan)-Akhmadi Sumaryanto (anggota DPRD Kabupaten Tanggamus/kader PKS).

Fadri Auli mengatakan, kader-kader PAN dan PKS hingga tingkat ranting sudah meningkatkan konsolidasi untuk memenangkan pasangan yang diusung parpol tersebut.

Konsolidasi ditingkatkan bukan hanya untuk memenangkan pilgub, juga untuk menghadapi pemilu legislatif dan DPD, serta pemilihan presiden dan wakil presiden.

"Kemenangan pasangan 'HADE' di Jawa Barat itu sungguh meningkatkan motivasi kami untuk memenangkan pilgub, pemilu legislatif dan pilpres mendatang," kata dia lagi.

Isu perubahan yang diangkat koalisi PAN dan PKS juga diperkirakan akan efektif untuk memenangkan pilgub di Lampung, mengingat kepala daerah yang sekarang ini dinilai masih sangat sedikit membuat terobosan untuk memperbaiki keadaan masyarakat.

Pilgub Lampung direncanakan antara September atau Oktober 2008, dengan skenario KPUD Lampung bisa berlangsung dalam dua putaran.

Pasangan calon yang telah resmi mendapatkan dukungan parpol dan koalisi parpol adalah M Alzier Dianis Thabranie-Bambang Sudibyo (diusung Partai Golkar dan PPP), Sjachroedin ZP-MS Joko Umar Said (PDIP dan beberapa partai kecil), Oemarsono-Thomas Azis Riska (koalisi partai kecil), dan Zulkifli Anwar-Akhmadi Sumaryanto (PKS-PAN). (Ant)

Akhmadi Prioritas 4 Bidang

Wednesday, 16 April 2008
Written by Administrator RADAR LAMPUNG ONLINE
Laporan Gustina A./Hermansyah
BANDARLAMPUNG - Setidaknya, ada empat bidang yang menjadi perhatian calon wakil gubernur (cawagub) yang diusung PKS-PAN Ir. Akhmadi Sumaryanto. Pasangan Zulkifli Anwar dalam Pilgub Lampung 2008 itu menitikberatkan program bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
’’Empat bidang tersebut menjadi hal penting untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” kata Mas Yanto, sapaan akrabnya, saat silaturahmi penyerahan bantuan modal bergulir dari anggota DPR RI Drs. Hi. Al Muzammil Yusuf kemarin.
Infrastruktur transportasi darat diyakini bisa menekan biaya transportasi yang mahal. Akses petani menjadi lancar, sehingga harga di tingkat petani meningkat dan secara kontinu akan berdampak pada tingkat pendapatan dan berkolerasi langsung pada kesejahteraan.
Pada bidang pendidikan yakni dengan memberikan akses yang mudah untuk mendapat pendidikan. Ini karena masih banyak masyarakat yang terkendala jarak dan sulit mengakses sekolah. ’’Kita akan mendekatkan sekolah-sekolah dengan masyarakat,” ujarnya.
Untuk kesehatan, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Bukan sekadar gizi buruk, tapi dampak kerusakan lingkungan juga memengaruhi kesehatan masyarakat. Akibat illegal logging, jumlah nyamuk yang berada di daerah permukiman meningkat sehingga berdampak pada timbulnya penyakit DBD, chikungunya, dan lainnya.
’’Pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat, yakni dengan memberikan keterampilan dan harus dibingkai dengan pembinaan keagamaan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan program pemenangan Pilgub Lampung 2008. Dimulai dengan penyiapan struktur dukungan dan memanaskan mesin politik. Salah satunya dengan meningkatkan intensitas silaturahmi antarkader dan kunjungan ke basis-basis partai. (*)

Minggu, Maret 30, 2008

Selamatkan Pasar Tradisional

Pemda Harus Segera Lakukan Regulasi Pasar Tradisional
SKH Radar Tanggamus - Senin, 17 Maret 08 - oleh : adyjin

KOTAAGUNG - Kekhawatiran para pedagang pasar tradisional dengan maraknya pasar modern yang berdampingan dengan lokasi pasar tradisional harus mendapat tanggapan serius dari Pemda Tanggamus. Hal ini berkaitan dengan usaha mereka yang terancam gulung tikar akibat kalah bersaing. Karena selain kalah dalam hal modal, para pedagang pasar tradisional mengaku kalah dalam promosi, pengelolaan dan juga sebagian lokasi toko yang mereka akui kurang strategis. ”Apalagi kalau sudah dihadang Indomart dan Alfamart di depan, ya udah kita tinggal kebagian ampasnya doang,” ungkap Amir, salah seoarang pedagang semabako di Pasar Tugu Talangpadang kepada Radar Tanggamus, kemarin.
Menanggapi permasalahan ini, Ir. Akhmadi Sumaryanto, Ketua Fraksi PKS DPRD Tanggamus mengungkapkan, agar kelangsungan pasar tradisional tetap terjaga di tengah-tengah banyaknya pasar swalayan, perlu adanya penataan dan pembenahan di segala aspek manajemen pasar dengan mengeluarkan regulasi kebijakan yang berpihak kepada pasar tradisional.
Langkah penataan dan pembenahan itu, menurutnya, dengan melakukan pemeliharaan dan pembangunan kembali terhadap pasar-pasar yang dalam kondisi sudah tidak layak, dengan melakukan redesain (rekayasa tata ulang) bangunan fisik pasar. ”Dengan demikian, memungkinkan semua pedagang nyaman dan mempunyai akses yang sama terhadap pembeli,”terangnya.
Selama ini, kosongnya beberapa los dan kios yang ada di pasar salah satunya disebabkan dengan desain bangunan yang menyebabkan pedagang tidak dapat mengakses para pembeli yang datang kepasar. “Akibatnya kios yang berada pada tempat yang setrategis menjadi pilihan utama para pedagang. Sedangkan kios atau los yang berada di pojok kurang mendapat penawaran dari pedagang,” lanjutnya.
Menurut Akhmadi, pembiayaan pemeliharaan dan pembangunan kembali terhadap pasar tradisional tentu membutuhkan dana cukup besar dan akan sangat berpengaruh terhadap pembiayaan pos-pos lain pada APBD. “Namun, bagaimana juga Pemda segera melakukan terobosan kebijakan mengenai pasar tradisional bila tidak ingin pasar tradisional di Tanggamus ini dalam kondisi mati mengenaskan,” imbuhnya.
Selain itu, katanya, harus dilakukan pembenahan manajemen pengelolaan pasar. Konsep manajemen yang mengedepankan income-sentris dari pengelola pasar dengan menarik retribusi, harus diubah dengan menyeimbangkan antara pemberian pelayanan yang baik kepada komunitas pasar, baik itu pedagang, pembeli maupun pihak-pihak lain yang memanfaatkan jasa pasar. “Baik dari segi kebersihan, keamanan dan kenyamanan, agar masyarakat secara umum tetap menyukai berbelanja di pasar tradisional,”lanjutnya.
Dan yang paling penting,ungkapnya, Pemda Tanggamus perlu mengeluarkan kebijakan atau regulasi bisa berupa peraturan daerah atau surat keputusan Bupati yang mengatur hubungan antara pasar tradisional dan pasar modern. “Yang terpenting zonasi pasar modern harus diatur sedemikian rupa agar tidak berdampak pada pasar tradisional. Dengan demikian, pasar tradisional akan tumbuh berkembang dengan sehat, dan para pelaku ritel besar juga dapat berinvestasi di Tanggamus tanpa ada hambatan, baik secara sosio-kultural,” pungkasnya. (Andri Cahyadi)

TInjau GN-RHL

Komisi B Tunda Peninjauan Proyek GNRHL
SKH Radar Tanggamus - Minggu, 09 Maret 08 - oleh : adyjin

KOTAAGUNG - Kesibukan anggota Komisi B DPRD Tanggamus dengan kegiatan pansus dan agenda dewan, membuat rencana kunjugan komisi ini untuk meninjau pelaksanaan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) di Kabupaten Tanggamus kembali tertunda.
Hal ini disampaikan anggota Komisi B Ir. Akhmadi Sumaryanto. Menurutnya, rencana peninjauan tersebut diagendakan kembali pekan depan yang diawali dengan melihat kegiatan tersebut di Blok H Pekon Datarlebuay Kecamatan Airnaningan.
Kunjungan ini, menurutnya selain akan melihat hasil dari pelaksanaan kegiatan reboisasi hutan di Tanggamus yang telah menghabiskan dana miliaran dari pemerintah pusat juga untuk melihat berbagai kendala di lapangan.
”Sebagai lembaga pengawas pembangunan di Tanggamus, dewan berkepentingan melihat pelaksanaan pembangunan hutan di Tanggamus karena ini menyangkut dana anggaran yang besar juga proyek ini sangat penting untuk Kbupaten Tanggamus dimana kelestarian hutan yang akan berdampak pada daerah Tanggamus,” ujar Akhmadi.
Diakuinya, selama ini dewan telah meneruma laporan tentang kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan sebagai mitra Komisi B. Namun, katanya, laporan tersebut belum pernah ditindaklanjuti dengan turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sebenarnya.
”Apalagi saat ini disinyalir, selain adanya pembangunan hutan juga tingkat kerusakan hutan di Tanggamus yang kian parah, baik oleh penebangan liar atau dikenal dengan illegal logging juga akibat perambahan oleh masyarakat yang dijadikan areal perkebunan,” katanya. Untuk melihat apakah berbagai program tersebut benar-benar berjalan sesuai harapan dan tidak terjadi tumpang tindih program dengan program kehutanan lain yang ada. (Hairil)

Koalisi PKS-PAN, Ideologis !

oleh: BH.Bambang Eka Wijaya
Pemum Lampung Post

"LEWAT pendekatan tidak bertele-tele, Presiden Partai Keadilan Sejahtera--PKS--Tifatul Sembiring mengumumkan koalisi partainya dengan Partai Amanat Nasional--PAN--dengan menempatkan kader PKS asal Tanggamus Akhmadi Sumaryanto sebagai calon wakil gubernur, mendampingi calon gubernur dari PAN, Zulkifli Anwar!" ujar Umar. "Hasil monitor sekilas, pendukung kedua partai menyambut entusias koalisi ini, memperkokoh ukhuwah dan menyatukan langkah perjuangan!"

"Ditinjau dari aliran politik kedua partai, koalisi itu memang klop!" sambut Amir. "Keduanya dimotori tokoh-tokoh Islam progresif! Di Lampung, PAN didirikan tokoh-tokoh yang mayoritas berlatar belakang Muhammadiyah. Sedang PKS, tokoh-tokoh pendirinya mayoritas berangkat dari masjid kampus! Hingga, tanpa dituangkan secara formal pun hakikat koalisinya itu, yang terjalin tetap koalisi bersifat ideologis--meski di permukaan koalisi formalnya memenangkan pilgub!"

"Koalisi yang tidak menimbulkan tarik-menarik ideologi memperkuat citra positif partai! Lain dari koalisi nonideologis, tarik-menarik selalu terjadi hingga ada yang terpaksa jadi korban ketika harus toleran pada hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip partai!" tegas Umar. "Dengan koalisi sealiran, keduanya bisa memaksimalkan kapasitas dalam power building dengan menjadikan pilgub sebagai langkah awal menuju Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden! Cuma, bagaimana dengan Partai Demokrat yang juga siap bergabung dalam koalisi ini nantinya memosisikan diri di antara dua kekuatan yang selaras ideologinya itu?"

"Tidak ada masalah!" timpal Amir. "Sebab, meski bukan beraliran agama, haluan Partai Demokrat juga progresif--alternatif dari partai lanjutan Orde Baru yang cenderung konservatif!"

"Ditinjau dari konteks lokal, mungkin begitu! Tapi dari konteks nasional sebagai partai berkuasa dan berambisi memenangi Pemilu 2009, bisa saja tokoh-tokoh nasional Partai Demokrat berpikir lebih panjang dari tokoh-tokoh lokal!" tukas Umar. "Citra partai itu bisa kurang gagah kalau hanya jadi pengikut, sekadar jadi penambah bilangan yang sudah cukup! Itu bisa membuat kiprahnya kurang menonjol! Padahal, fase menuju Pemilu 2009 merupakan kesempatan untuk menampilkan diri sebagai primadona!"

"Dengan kepengurusan partainya yang belum definitif, peluang partisipasi minimal itu saja sudah cukup baik!" sambut Amir. "Tapi memang, realitas itu bisa tidak memuaskan tokoh-tokoh nasional partainya yang pasang target tinggi! Apa pun caranya, harus diperjuangkan agar fase menuju Pemilu 2009 bisa mengangkat kiprah partai tampil sebagai primadona!"

"Perkiraan rasional seperti itu sekadar reserve agar tidak terkejut jika nanti ada perubahan!" tegas Umar. "Sebab, secara hukum pasar, ketika penawaran terbatas di tengah permintaan yang tinggi, aneh jika pelaku pasar melewatkan peluang! Apalagi hanya dengan koalisi PAN-PKS sudah lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon dalam pilgub!"***_ dari PKS Lampung Online ; www.pkslampung.org

ZULKIFLI dan AKHMADI

PKS Sandingkan Zulkifli dengan Akhmadi

SKH Lampung Post - Senin 24 Maret 2008.


BANDAR LAMPUNG (Lampost): DPP PKS sepakat mencalonkan Zulkifli Anwar dan kader PKS Akhmadi Sumaryanto sebagai pasangan cagub Lampung 2008--2013. Zulkifli-Akhmadi juga didukung dua partai tengah, PAN dan Demokrat.

Hal ini disampaikan Ketua Departemen Polhukam DPP PKS Al Muzzammil Yusuf kepada Lampung Post, kemarin (23-3).

"Saya baru bicara dengan Presiden PKS. DPP menyambut baik keputusan DPP PAN mengusulkan Zulkifli Anwar sebagai cagub Lampung. Untuk cawagub disepakati dari PKS, yakni Akhmadi Sumaryanto," ujar Muzzammil melalui pesan singkat yang disampaikan pada Lampung Post.

Sehari sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan Zulkifli Anwar ditetapkan sebagai cagub PAN melalui rapat pleno DPP 19 Maret lalu. Penetapan itu dituangkan dalam SK Keputusan Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/022/III/2008 tanggal 19 Maret 2008, yang ditandatangani Ketua Umum DPP PAN Sutrisno Bachir dan Sekjen Zulkifli Hasan.

Selain PKS-PAN, DPP PKS menyatakan pasangan Zulkifli-Akhmadi juga didukung Partai Demokrat. "Untuk mengusung calon tersebut telah disepakati pula koalisi dengan PAN dan Partai Demokrat. Deklarasi tiga partai akan digelar pekan ini," ujar Muzzammil menyampaikan pesan Tifatul.

Tifatul mengajak semua pihak dan calon-calon yang akan maju dalam Pilgub Lampung berkompetisi jujur dan mematuhi segala aturan. "Mari kita berikan kesempatan pada masyarakat Lampung memilih gubernur sesuai dengan keinginan mereka. Biarkan masyarakat bahagia dengan pilihannya," ujar Tifatul.

Saat dikonfirmasi tadi malam, Plt. Ketua DPD Demokrat Lampung Peter Tji'din belum tahu soal dukungan pada Zulkifli Anwar. "Kalau benar, ya kami bersyukur. Berarti memang itu keputusan DPP. Kita lihat Selasa nantilah."

Keputusan DPP PKS mengusung Zulkifli-Akhmadi ditanggapi positif pengurus DPD PKS Bandar Lampung. Walaupun bertolak belakang dengan hasil musyawarah DPD yang mengusulkan Sjachroedin Z.P. dan Suharto, Ketua PKS Bandar Lampung Yusuf Effendi menilai Bupati Lampung Selatan itu pantas didukung.

"Kami memang berharap cagub yang benar-benar diketahui dan dipahami kader-kader internal karena sangat berpengaruh terhadap militansi kader. Insya Allah, kami siap memenangkan Zulkifli!" ujar Yusuf, kemarin.

Selain didukung hasil survei, Yusuf berharap cagub benar-benar memiliki rekam jejak yang bisa dipertanggungjawabkan. Untuk cawagub, Yusuf menyatakan PKS Bandar Lampung secara musyawarah mengusulkan anggota DPR Abdul Hakim (kader), Wakil Ketua DPRD Lampung Gufron Azis Fuadi (kader), dan Ketua DPW PAN Lampung Abdullah Fadri sebagai cawagub. "Cawagub harus punya track record baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Popularitas 50% di kota dan punya pengalaman di eksekutif dan legislatif."

PKB-PBR

Dari kubu PKB dan PBR, dua partai ini belum memutuskan cagub yang akan diusung. Ketua Karteker DPW PKB Lampung Hermawi Taslim menyatakan masih menunggu hasil keputusan DPP.

Menurut Taslim, karteker belum diberi wewenang menangani pilgub. "Saya ini hanya karteker yang mengurusi konsolidasi dan muswilub. Jika DPP menginstruksikan, mungkin kami bisa kerjakan. Tapi sampai kini belum ada instruksi DPP," kata Taslim.

Muswilub DPW PKB Lampung akan digelar 40 hari lagi. "Kami laksanakan di Lampung," ujar Wakil Ketua DPP PKB ini.

Penentuan calon gubernur PBR, ujar Ketua DPW PBR Lampung Azhari Ali, akan diputuskan besok. "Termasuk sikap mendukung calon atau berkoalisi dengan partai lain," ujar Azhari yang mengaku sedang konsolidasi dengan pengurus DPP di Jakarta.

Yang pasti, ujar Azhari, bulan ini PBR sudah mengeluarkan keputusan. "Untuk koalisi, kami terus bangun termasuk dengan partai yang sudah mengusung pasangan. Kini sudah mendekati titik terang." n JUN/*/U-1

Ini "Surprise" buat Saya

Penjaringan Calon - Akhmadi: Ini 'Surprise' buat Saya

SKH Lampung Post, Senin 24 Maret 200.


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Akhmadi Sumaryanto (44) mengaku tidak menyangka namanya bakal muncul sebagai calon wakil gubernur (cawagub) mendampingi calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zulkifli Anwar.

"Ini surprise buat saya. Saya tahu ini setelah di-SMS pengurus DPW dan teman-teman banyak yang tahu setelah buka internet. Ternyata ada nama saya," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Tanggamus ini saat dihubungi tadi malam (23-3).

Sebelumnya, Akhmadi mengaku sudah tahu ia merupakan satu di antara lima bakal cawagub. "Setahu saya nama-nama itu juga diajukan kepada calon gubernur. Mungkin, Pak Zul memilih saya," kata ayah tujuh anak ini.

Ketika ditanya apa langkah selanjutnya, suami Ispriyani ini mengatakan akan meneruskan konsolidasi. "Sebelumnya kami melalui partai sudah membentuk tim dan sudah berjalan. Selanjutkan kami akan bentuk tim lagi dan melakukan konsolidasi. Ada tim-tim lain yang belum dikukuhkan. Selanjutnya, sosialisasi diri," kata Ketua Komisi Kebijakan Publik pada Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Lampung ini.

Akhmadi menilai pilkada merupakan bagian proses demokrasi. Untuk itu dia berharap masyarakat Lampung tidak terpecah belah dalam proses pilkada ini. "Beda pilihan itu demokrasi, tapi jangan sampai terpecah belah. Kita ami pilkada damai. Siapa pun yang terpilih kita dukung nantinya," kata Akhmadi yang sekarang tinggal di Gisting, Tanggamus.

Akhmadi lahir di Gisting, 31 Maret 1964. Ia menamatkan SD dan SMP di Gisting, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Tanjungkarang. Setelah itu kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Selain berkarier di bidang politik, Akhmadi sempat mengajar di SMA Muhammadiyah Gisting dan menjadi kepala sekolah sejak 1996 hingga 2002.

Ia menjadi ketua DPD Partai Keadilan (PK) Tanggamus 1998--2003. Setelah itu, pada 2003--2005, Akhmadi menjadi ketua DPD PKS Tanggamus. Kini, putra pasangan guru, H. Saelan (almarhum) dan Hj. Tasmini ini menjabat ketua Fraksi PKS di DPRD Tanggamus.

Kini, sehari-hari, Akhmadi giat memberi ceramah agama. Bahkan, pada bulan Maulid ini, jadwalnya makin padat. "Ini juga bisa saya jadikan momen untuk sosalisasi diri," ujarnya.

Akhmadi mengaku merasakan betul kesulitan hidup. Dia sering merasa gaji kedua orang tua tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sebulan.

Untuk itu, orang tuanya acap harus bekerja serabutan untuk mencari tambahan penghasilan seperti dengan menjadi buruh pemetik kopi, cengkih, dan berdagang setiap hari pasaran.

Akhmadi hidup terpisah dengan orang tua sejak SMA karena indekos di Bandar Lampung. Untuk menekan biaya hidup, ia kerap membawa bahan mentah seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dari Gisting. n JUN/ONO/R-2