Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 10, 2008

Khusuk Menunaikan Ibadah dan Ziarah

SKH Radar Tanggamus, Sabtu, 10 Mei 08 - oleh : adyjin

Catatan Perjalanan Spiritual Akhmadi Sumaryanto (Bagian IV)
Khusuk Menunaikan Ibadah dan Ziarah
Berikut ini adalah perjalanan spiritual dari sang kandidat calon wakil gubernur Lampung, Ir. Akhmadi Sumaryanto (Yanto) yang baru saja menunaikan ibadah umrah.
Catatan perjalanan ini dirangkum dengan tema naratif dan disampaikan langsung oleh Akhmadi Sumaryanto yang ditulis Radar Tanggamus di sela-sela kesibukannya menghadiri berbagai undangan dan sosialisasi yang berkaitan dengan agenda pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung.

Laporan Andri Cahyadi, GISTING

SEBAGIAN besar mereka yang Umrah adalah, untuk menyempurnakan ibadah Haji yang pernah dilaksanakan. Karena pada waktu pelaksanaan ibadah Haji, merasa kurang sempurna, karena terbatasnya waktu.
Terlebih karena tempat yang berjubel lantaran musim Haji, sehingga sholat menjadi kurang khusuk, meskipun di kota Nabi.
Kemudian Thawaf tidak bisa di dekat Kabah. Syai tidak bisa tenang karena berdesakan, dan sebagainya. Maka banyak yang kemudian melakukan ibadah umrah,dengan harapan agar lebih khusuk dalam beribadah.
Meskipun ternyata, dalam beberapa hal juga tetap tidak tercapai. Ibu, Hj. Tasmini Saelan binti Syarif Mutaqqin, salah satu keinginanannya dalam umrah ini adalah, dapat melihat Hajar Aswad lebih dekat Hajar Aswad di Kabah Masjidil Haram.
Tidak usah mencium.hanya ingin melihat dari dekat saja. Tetapi sampai waktu pulang, keinginan ini tidak tercapai.
Meskipun bukan waktunya Haji dan sedang musim panas, jamaah yang thawaf tetap saja penuh di sekililing Kabah. Kami menduga kalau tengah malam sepi yang thawaf, ternyata tetap juga ramai.
Ibu sudah mencoba jam 2 dini hari ke Kabah untuk Thawaf, ternyata ramainya tetap juga sama. Pernah dicoba siang terik maahari, tetapi tetap juga sama. Jangan ditanya kalau bakda subuh, bada maghrib atau waktu duha.
Hampir semua tempat thawaf penuh sesak, apalagi di dekat Hajar Aswad, Rukun Yamani dan Hijr Ismail yang memang disunahkan untuk mencium, mengusap dan sholat sunah. Kalau tidak punya kekuatan ekstra, jangan berharap bisa melakukan sunah-sunah tersebut.
Memang ibadah hajidan umrah adalah ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik. Tetapi saya melihat banyak manula, dengan langkah tertatih dan pelan melaksnakan semua ibadah itu.
Dan, Subhanallah, bisa menyelesaikan semua itu, meski dengan waktu yang jauh lebih lama dari jmaah yang muda-muda.
Bahkan ada yang thawaf dan sya'i membawa kursi lipat yang digunakan untuk istirahat kalau lelah, jadi tongkat kalau berjalan, bahkan jadi tempat sholat. Tetapi yang muda-muda, melakukan ibadah ini dengan semangat, sya'i dengan berlari, thawaf dengan cepat, berdoa dengan keras.
Melihat yang ini, subhanallah, kalau semua umat Islam seperti mereka, maka fajar kemengan umat Islam semakin dekat, apalagi kalau jamaha Turki dan Iran, yang selain bersemangat, badan beasr dan kompak, pantas kalau mereka menang.
Nah, jamaah Indonesia , sudah kecil-kecil kurang semangat tidak bersatu dan tidak kompak lagi. Wah, kapan ya fajar kemenangan Indonesia ? Tapi, Bangkit Negeriku. Harapan itu masih ada!. (*)

Jumat, Mei 09, 2008

Ke Tanah Haramain

Catatan Perjalanan Spiritual Akhmadi Sumaryanto (Bagian III) Ke Tanah Haramain, Pentingnya Memahami Bahasa Asing
SKH Radar Tanggamus, Kamis, 08 Mei 08 - oleh : adyjin

Berikut ini adalah perjalan spiritual dari sang kandidat calon wakil gubernur Lampung, Ir. Akhmadi Sumaryanto (Yanto) yang baru saja menunaikan ibadah umrah.
Catatan perjalanan ini dirangkum dengan tema naratif dan disampaikan langsung oleh Akhmadi Sumaryanto yang ditulis Radar Tanggamus di sela-sela kesibukannya menghadiri berbagai undangan dan sosialisasi yang berkaitan dengan agenda pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung.

GISTING - SALAH satu yang menjadi problem ketika melakukan perjalanan ke luar negeri adalah bahasa. Kendala ini, mulai dirasakan ketika menginjakkan kaki di Bandara King Abdul Azis, Jeddah.
Petugas imigrasi yang ada di sana, hanya menggunakan bahsa isarat untuk memerintahkan kami maju satu persatu untuk mengeluarkan paspor. Untungnya tidak ada kendala, sehingga tidak perlu dialog dengan mereka.
Dan memang, dari roman muka mereka, tampak mereka begitu lelah, karena kedatangan kami sudah jam 23. 00 Waktu Arab Saudi.
Setelah menyelesaikan urusan imigrasi, kami dijemput oleh bus, dan ternyata PO bus tersebut bernama Al Ahmadi.
Tak pelak, teman-temanpun meledek saya, dan mengatakan bahwa bus tersebut adalah milik saya. Alhamdulillah, menaiki bus ini, kami tidak mengalami kendala bahasa karena supirnya berasal dari tanah Priangan.
Kendala yang kami alami, ketika kami masuk ke hotel tempat kami bermalam. Resepsionisnya orang Arab tulen, dan parternya orang India, dan sama-sama tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.
Meskipun tedapat guide dan pembimbing dari tour Labbaik, tetapi ada masanya harus berhubungan langsung dengan mereka. Untungnya bahasa isyarat masih bisa digunakan.
Problem muncul kembali ketika harus belanja ke pasar. Para pedagang umumnya menawarkan harga diatas haraga seharusnya.
Masalahnya, bagaimana cara menawarnya?. Biasanya mereka mengatakan halal kalau sudah cocok dan haram kalau belum boleh (ini tidak ada kaitannya dengan halal-haram dalam fikih).
Ada kejadian kami menawar dua pasang pakaian, setelah sekian lama kami menawar dan belum cocok, si pedagang menggerutu dalam bahasa Arab, sambil menunjukkan mimik muka marah.
Tapi, lagi-lagi, kami tidak paham apa maksudnya. Salah seorang teman nyeletuk, ini kayak ayam sama bebek, yang satu entah ngomong apa, yang lain entah apa yang dimaksud.
Kiat para pedagang menyiasati masalah bahasa ini beranega macam. Ada yang mematok dengan konsep satu harga, 5 SR atau 10 SR.
Ada juga yang menggunakan pengeras suara, dan ternyata yang sumber suara berasal dari tape recorder. Mereka telah terlebih dahulu merekamnya dalam berbagai bahasa unuk menawarkan dagangan mereka. Yang paling banyak adalah dengan bahasa Indonesia , Melayu, dan India.
Kenapa 3 bahasa ini?, bisa jadi mereka jago-jago belanja. Meskipun secara kasat mata yang paling banyak adalah orang Iran dan Turki.
Banyak pula pedagang kaki lima yang berasal dari Indonesia. Dan kadang-kadang aneh pula cara berdagangnya. Sebagian tidak membolehkan membuka kemasan, sehingga mungkin bisa dapat bagus atau kebalikannya.
Ada juga ketika ditawar tidak boleh, tetapi malah memberikan hadiah, sehingga jatuhnya lebih murah. Misalnya, satu kotak parfum dihargai 35 SR (Saudi Real), ditawar 3 kotak 100 SR tidak diberikan.
Maka belilah kami 2 kotak dengan harga 70 SR. Ketika sudah dibungkus si pedagang, saya diberi hadiah 1 kotak lagi.
Sehingga harga 3 kotak minyak wangi tersebut, tetap 70 SR. Aneh ya?. Ada juga pedagang yang galak, pembeli pertama boleh 3 ikat Siwak 10 SR, giliran saya tidak diperkenankan, dan mematok harga 5 SR untuk tiap ikatnya. (Andri Cahyadi)

Kamis, Mei 08, 2008

Nostalgia SMA Negeri 2 Tanjungkarang

Mas Yanto Buka-bukaan saat Masih di SMAN 2

Written by Administrator
Radar Lampung Online, Wednesday, 07 May 2008
Laporan/Editor: Senen

BANDARLAMPUNG – Bakal calon wakil gubernur (balonwagub) Lampung Ir. Akhmadi Sumaryanto kemarin melakukan reuni dengan gurunya di SMAN 2 Bandarlampung. Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Mas Yanto ini buka-bukaan saat masih berstatus siswa di sekolah tersebut.
Menurut anggota DPRD Tanggamus ini, saat menjadi siswa sejak tahun 1979-1982, ia tidak terlalu dikenal di sekolah. Karena usianya masih remaja, kenakalan-kenakalan juga pernah dilakukan.
Tak heran saat menimba ilmu di sekolah tersebut, ia pernah dipukul oleh guru, nyontek dengan teman sekelasnya, berkelahi, serta melakukan demo terhadap pihak sekolah. ’’Rambut saya pernah dicukur di ruang kelas selama tiga jam karena panjang,” kenang Mas Yanto seraya diketawai dewan guru yang hadir di sekolah tersebut.
Pelajaran yang tidak disukai Mas Yanto saat itu adalah kimia, gurunya bernama Yati. Bahkan pernah saat gurunya menyampaikan pelajaran, Mas Yanto asyik membaca novel Kopingho. ’’Saya juga pernah mengukir prestasi sebagai juara sepak bola antarkelas,” terangnya.
Balonwagub yang diusung PAN-PKS ini juga menyampaikan niatnya melakukan kunjungan ke SMAN 2 kemarin. Selain sungkeman, katanya, juga mohon doa restu pada pencalonannya di pilgub mendatang.
Menurut Mas Yanto, pencalonannya ini merupakan amanah yang cukup berat. Atas dorongan dan dukungan berbagai pihak, amanah tersebut akan coba dilaksanakan.
Kehadiran Mas Yanto kemarin itu diterima Wakil Kepala SMAN 2 Bandarlampung Bidang Kurikulum Leni Marya Marsitoh. Sebagai guru Mas Yanto, pihak sekolah merasa senang dan bangga karena mantan siswanya berhasil berkarir. Sedikit banyak, dalam karir yang diraih itu ada sumbangsih guru-guru di SMAN 2.
Salah satu guru SMAN 2, Sukarman, secara moril mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung pencalonan Mas Yanto dalam pilgub mendatang. Namun sebagai PNS (pegawai negeri sipil), guru di SMAN 2 akan bersikap netral. (*)

Catatan Perjalanan Spiritual Akhmadi Sumaryanto

SKH Radar Tanggamus, Kamis, 08 Mei 08 - oleh : adyjin

Perjalanan ke Baitullah, Bertemu Banyak Tokoh

Berikut ini adalah perjalan spiritual dari sang kandidat calon wakil gubernur Lampung, Ir. Akhmadi Sumaryanto (Yanto) yang baru saja menunaikan ibadah umrah.
Catatan perjalanan ini dirangkum dengan tema naratif dan disampaikan langsung oleh Akhmadi Sumaryanto yang ditulis Radar Tanggamus di sela-sela kesibukannya menghadiri berbagai undangan dan sosialisasi yang berkaitan dengan agenda pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung.

Laporan Andri Cahyadi, GISTING

TANPA disengaja, Perjalan Umrah ini berbarengan dengan jamaah Umrah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus yang dipimpin Sekkab Tanggamus, Drs. Syafiudin Muas, M.Pd.
Di dalam rombongan tersebut terdapat Kabag Hukum, Burdani, Ketua Fraksi PAN Rusli Shoheh, Sekretaris Komisi D DPRD Tanggamus Zulmar, dan juga sejumlah anggota DPRD lainnya,seperti Zulyai, Nasrullah dan Suwono.
Ketika kami sedang antri pemeriksaan paspor dan juga administrasi lainnya, datang rombongan dari tour dan travel lain.
Tidak dinyana dan diduga, ternyata didalamnya ada mantan Ketua MPR sekaligus tokoh Reformasi 98, Amin Rais. Setelah menyelesaikan tetek bengek administrasi yag alhamdulillah dapat diselesaikan dengan lancar dan tanpa hambatan.
Saya mencoba sempatkan diri mencari Pak Amin, tetapi karena saya harus mengantar ibunda mencari toilet, Pak Amin keburu dijemput rombongan berangkat ke Madinah. Satu kejutan, ketika saya sedang tilawah (Membaca Al Qur), saya pun mendengar suara orang tilawah di sebelah saya.
Dan subhanallah, ternyata yang tilawah tersebut adalah Pak Amin yang saya cari-cari tadi.
Terakhir ketika sedang mengantri untuk pulang, Pak Amin juga sedang mengantri pemeriksaan paspor dan atribut lainnya.
Dan ternyata, saya dan Pak Amin satu pesawat dari sejak berangkat, hingga kepulangan kami.Waktu sedang Sa'I, saya juga agak terheran-heran ketika beberapa orang Indonesia mendatangi seseorang.
Saya yang bukan penggemar sinetron rupanya tidak dapat mengenali orang tersebut, yang ternyata pesohor Indonesia, yaitu Syahrul Gunawan, Santi dan juga Didin Bagito. Dikesempatan lain ternyata ada Ketua Golkar Lampung M. Alzier Dianis Thabrani sedang di Makkah juga, bahkan hotel kami bersebelahan, yang makanannya dari perusahaan katering yang sama. Bisa jadi ada tokoh lain yang sedang berziarah ke tanah Haramain. (*)

Sabtu, Mei 03, 2008

AKHMADI - WATALA Gelar Diskusi

Akhmadi--Watala Gelar Diskusi

SKH Radar Tanggamus, Jumat, 11 April 08 - oleh : adyjin

KOTAAGUNG - Kerusakan hutan, hingga kini sulit diatasi, terlebih belum ada formula yang tepat untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi. Untuk itu, saran, kritik dari kalangan LSM yang concern terhadap perlindungan lingkungan diharapkan menjadi satu solusi yang dihadapi di hampir seluruh wilayah di Provinsisi Lampung.
Demikian diutarakan calon wakil gubernur Lampung Ir. Akhmadi Sumaryanto, kepada harian ini kemarin.
"Kami melakukan diskusi kemarin yang cukup panjang dengan kalangan LSM di kantor Watala Bandarlampung. Banyak poin penting yang didapat. Setidaknya satu harapan dari poin-poin tersebut dapat menjadikan mayarakat semakin harmonis dengan alam," papar kader PKS itu.
Selain melakukan diskusi tentang lingkungan hidup, dalam kesempatan tersebut juga dibahas permasalahan kesehatan masyarakat.
"Kita cukup prihatin dengan banyaknya kasus gizi buruk, juga pelayanan kesehatan bagi orang miskin yang masih perlu mendapatkan peningkatan," paparnya.
Hasil diskusi, imbuh Akhmadi menjadi masukan bagi pemerintah agar penangannya lebih serius.
Setelah melakukan diskkusi, Akhmadi menyempatkan diri untuk menghadiri undangan masyaraktan Pekon Panjerejo Kecamatan Gadingrejo dalam rangka peringatan Maulid Nabi di masjid Al Mustaqiem.
Dalam kesempatan tersebut, Akhmadi mengajak masyarakat, terutama kaum muslimin untuk menteladani segala aspek tentang Rasulullah SAW, yang menurutnya adalah tauladan utama.
"Segala aspek yang ada pada Rasulullah Saw., adalah hikmah yang sangat patut untuk kita ikuti," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Hi. Harno Rosyadi, S.E., dan Hi. Samingan.(Andri Cahyadi)

Sabtu, April 19, 2008

TALANG KEPAYANG, The other side of Tanggamus


Kalau anda warga Kabupaten Tanggamus, kemudian ditanya oleh orang dari luar Kabupaten Tanggamus, dimanakah Talang Kepayang? Apa jawab anda? Oh, apakah ini nama makanan baru? Atau ini nama jenis buah? Atau karena ada kata kepayang, berkaitan dengan cintakah?

Tetapi ternyata bukan itu semua. Talang Kepayang adalah salah satu dusun dari ribuan dusun di Kabupaten Tanggamus. Dan wajar bila tidak banyak yang tahu, seperti talang-talang lain, umbulan-umbulan lain, dusun dusun lain yang bertebaran di seantero tanggamus. Talang bagi warga Tanggamus adalah sekelompok penduduk yang tinggal ditengah kebun atau hutan. Mulanya hanya tempat tinggal sementara, tetapi ada yang kemudian membesar seperti Talang Padang yang sekarang menjadi ibukota Kecamatan, tetapi banyak juga yang tetap saja dari jaman orangtua kita membuka lahan, sampai sekarang juga tetap seperti itu.

Salah satu diantara Talang yang tidak berkembang adalah Talang Kepayang tadi. Letaknya di Pekon Datar Lebuay Kecamatan Pulau Panggung, dan merupakan salah satu Talang, seperti Talang Pancasila, Talang Jakarta, dan yang lainnya. Jumlah penduduknya ada 58 kepala keluarga, dan sudah menempati sejak tahun 1969. Berbagai macam issue pernah menerpa mereka. Pernah diisuekan kalau mereka menempati lahan hutan lindung dan harus pindah. Juga diisuekan ketika proses pembangunan waduk batu tegi, kalau mereka terkena penenggelaman. Tetapi kalau diwilayah lain mendapat penggantian, mereka tidak. Setelah itu juga diisuekan kalau mereka akan tenggelam oleh genangan waduk.

Dimanakah Talang Kepayang? Kalau jarak, dari ibukota kabupaten berjarak kurang lebih 40 km di hulu waduk Batu Tegi. Kalau berapa lama kesana? Akan ada dua jawaban. Waktu hujan atau waktu kering. Kalau waktu kemarau, hanya 40 menit kita sudah akan disuguhi deretan rumah warga Talang Kepayang yang mengumpul, setelah kita melewati kebun kopi, kebun coklat, pohon2 cempedak dan durian. Ditengah lembah, itulah Talang Kepayang. Dari Tekad ibukota Kecamatan Pulau Panggung kearah Batu tegi, tetapi tidak membelok di Way Harong, dan mengikuti jalan aspal yang sudah dihotmix. Sampai ujung hotmik di pekon Air Naningan, kita teruskan perjalanan di jalan tanah lalu menyeberang jembatan gantung yang menghubungkan dua bukit, kita akan merasakan sport jantung yang lumayan mendebarkan bagi yang takut ketinggian. Ini jembatan baru yang yang dibuat oleh Otorita Batu Tegi menggantikan jembatan gantung buruk buatan masyarakat yang terletak 100 m disebelah hilir jembatan baru. Selewat jembatan gantung kita disuguhi jalan tanah di pekon induk Datar Lebuay. Inilah pertanyaan berapa lama sampai ke Talang Kepayang bermula. Dari jembatan gantung jalan tanah membentang keseluruh bagian pekon Datar Lebuay dan keseluruh Talang, umbulan dan dusunnya sampai ke pekon Sinar Jawa sejauh 8 km.

Kalau kita ditanya berapa lama ke Talang Kepayang dari ibu kota Kabupaten Tangamus? Jawabnya diwaktu hujan atau di waktu Kemarau? Kalau diwaktu kemarau cukup 40 menit. Tetapi kalau dimusim penghujan? Bisa jadi anda harus menginap atau kalau punya nyali menghadapi jalan tanah, dan ban motor dilingkari rantai bisa jadi 2 jam anda baru sampai di pekon Air Naningan. Itulah yang saya alami pada tanggal 1 Januari 2007 yang lalu. Karena ada keperluan yang mengharuskan saya ke Talang Kepayang, pagi ketika matahari bersinar terik dan jalanan kering saya berangkat dan hanya 30 menit dari Gisting ke Talang Kepayang. Tak dinyana dan diduga, siang ketika waktunya pulang hujan deras mengguyur dari langit. Setelah menunggu hujan reda, keberangkatan pulang dilakukan. Dengan perjuangan sengit, jatuh berkali-kali bahkan sempat main Lumpur skating dengan motor dengan lama waktu untuk menempuh 1 km dengan waktu satu jam setengah itupun karena kami berombongan sehingga bisa ta’awun (tolong menolong) sampailah dipekon induk Datar Lebuay. Perjalan panjang melewati jalan berlumpur selesailah.

Kalau kita berjalan dari Bandar Lampung ke Kota Agung, melewati berbagai desa, kecamatan dan kota di Kabupaten Tanggamus, terasa sekali geliat pembangunan. Hampir setiap jalan masuk, gang bahkan jalan setapak sudah tersentuh pembangunan. Jalan besar dihotmik, latasir atau lapen, gang dilatasir, lapen atau paving, bangunan sekolah direhab, puskesmas dibangun dan direhab, wajah kota dihias dengan lampu warna warni, sehingga tidak minder disbanding dengan daerah lainnya, atau bahkan bisa berbangga. Ini lho Kabupatenku.

Tapi kalau anda masuk ke Talang Kepayang, bisa jadi timbul Tanya, ini masih bagian dari Tanggamus? Geliat pembangunan tidak menyentih mereka. Swadaya masyarakat luar biasa. Di Talang ini ada Madrasah Ibtidaiyah Swasta, Al Hikmah namanya. Madrasah Tsanawiyah ada di Pekon induk. Semuanya swadaya masyarakat. Tapi hanya dana BOS yang masih mengaitkan mereka dengan pemerintah selain kewajiban beli rapor dan ikut Ujian Nasional (UN). Madrasah Ibtida’iyahnya sempat masuk daftar akan dibantu pemda 20 juta di tahun 2006. Tetapi sampai tahun 2006 berakhir dan tahun 2007 sudah terlewati beberapa minggu, tidak ada khabar beritanya. Diberi tahu apakah menerima atau tidak, juga tidak.

Berulangkali masyarakat usul, jalan di onderlagh, sekolah minta dibantu, tetapi hingga kini mereka cukup dengan kebanggaan, pembangunan di Tanggamus menggeliat. Untuk Talang Kepayang? Bisa jadi permohonan maaf sementara cukup.

Kamis, April 17, 2008

Akhmadi Prioritas 4 Bidang

Wednesday, 16 April 2008
Written by Administrator RADAR LAMPUNG ONLINE
Laporan Gustina A./Hermansyah
BANDARLAMPUNG - Setidaknya, ada empat bidang yang menjadi perhatian calon wakil gubernur (cawagub) yang diusung PKS-PAN Ir. Akhmadi Sumaryanto. Pasangan Zulkifli Anwar dalam Pilgub Lampung 2008 itu menitikberatkan program bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
’’Empat bidang tersebut menjadi hal penting untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” kata Mas Yanto, sapaan akrabnya, saat silaturahmi penyerahan bantuan modal bergulir dari anggota DPR RI Drs. Hi. Al Muzammil Yusuf kemarin.
Infrastruktur transportasi darat diyakini bisa menekan biaya transportasi yang mahal. Akses petani menjadi lancar, sehingga harga di tingkat petani meningkat dan secara kontinu akan berdampak pada tingkat pendapatan dan berkolerasi langsung pada kesejahteraan.
Pada bidang pendidikan yakni dengan memberikan akses yang mudah untuk mendapat pendidikan. Ini karena masih banyak masyarakat yang terkendala jarak dan sulit mengakses sekolah. ’’Kita akan mendekatkan sekolah-sekolah dengan masyarakat,” ujarnya.
Untuk kesehatan, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Bukan sekadar gizi buruk, tapi dampak kerusakan lingkungan juga memengaruhi kesehatan masyarakat. Akibat illegal logging, jumlah nyamuk yang berada di daerah permukiman meningkat sehingga berdampak pada timbulnya penyakit DBD, chikungunya, dan lainnya.
’’Pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat, yakni dengan memberikan keterampilan dan harus dibingkai dengan pembinaan keagamaan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan program pemenangan Pilgub Lampung 2008. Dimulai dengan penyiapan struktur dukungan dan memanaskan mesin politik. Salah satunya dengan meningkatkan intensitas silaturahmi antarkader dan kunjungan ke basis-basis partai. (*)

Pandangan Umum thdp APBD 2007 Kabupaten Tanggamus

oleh Ir. Akhmadi Sumaryanto, Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus - Lampung

EVALUASI UMUM

1. Hampir setiap jaring asmara dan kesempatan lain bertemu dengan masyarakat yang dikeluhkan masyarakat adalah kwalitas bangunan yang ada di Tanggamus sangat memprihatinkan kalau tidak bisa dikatakan sangat jelek. Banyak ruas jalan yang belum satu tahun sudah rusak lagi, jalan dua jalur Kota Agung yang sudah rusak dan bahkan sudah memakan korban yang kecelakaan, Islamic Centre yang dibanggakan tetapi ketika digunakan oleh jamaah haji ternyata sudah rusak (pintu WC di dalam kamar yang sudah hilang, AC tidak berfungsi, air mampet dan kerusakan lain yang mestinya tidak terjadi untuk bangunan yang berusia belum 1 tahun sejak diresmikan). Perlu untuk meninjau kembali melakukan pembangunan besar-besar yang tidak diimbangi dengan peningkatan kwalitas. Saya sebenarnya judheg (bingung harus berbuat apa), karena hal ini sudah selalu disampaikan hampir dalam setiap pandangan anggota DPRD, bahkan dengan istilah yang ber macam-macam, seperti kwalitas tape ketan, tidak bisa dibedakan antara onderlagh dengan lapen (karena lapen tetapi setelah terkena hujan sekali tinggal batunya) dan sebagainya. Saya mohon saran kepada seluruh elemen masyarakat bagaimana mengurai rendahnya kwalitas pembangunan. Saya sampaikan ini karena kecintaan saya kepada Kabupaten ini, rakyatnya, bangsa ini dan semuanya bukan karena kedengkian, ketidak sukaan kepada seseorang atau bahan untuk black campaign dan sebagainya, Insya Allah. Tetapi karena kecintaan saya. Saya mengajak kepada kita semua untuk menyelesaikan tugas ini dengan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Tanggamus.

2. Sebenarnya berapa usia pakai setiap hasil pembangunan? Apakah memang hanya direncanakan kurang dari satu tahun? Karenanya rasanya memang perlu mencantumkan dalam RKA SKPD, selain output, outcome, benefit, tetapi juga berapa usia pakainya, sehingga kita bisa menilai seberapa lama untuk kembali menganggarkan lagi.

3. Banyak bangunan yang kemudian mubadzir karena tidak termanfaatkan, seperti TPI di pekon Karang Anyar Kec Wonosobo, bangunan pasar di Pekon Pulau Panggung Kecamatan Pulau Panggung. Apa penyebabnya? Perencanaankah? Kolusikah? Atau yang penting ada proyekkah?

4. Perlu wawasan yang jauh kedepan dalam merencanakan pembangunan di Kabupaten kita tercinta ini. Dengan terbukanya jalur Tanggamus – Lambar akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas pembangunan di Tanggamus, dan sebagainya.

5. Ada aturan yang bertentangan dengan kewajiban wajar 9 tahun, yaitu larangan siswa yang sudah menikah tidak boleh lagi melanjutkan sekolah. Rasanya perlu ditinjau ulang aturan ini

6. Salah satu hasil penilaian masy tentang rendahnya hasil pembangunan adalahnya lemahnya pengawasan oleh Pemda, karenanya masyarakat ingiunn dilibatkan dalam pengawasan itu. Apakah melalui Camat, Kepala Pekon dan elemen yang lain. Karena keluhan yang selalu mengemuka Kepala Pekon tidak di uluk salam ketika para pemborong datang dan tidak pamitan ketika sudah menyelesaikan kerjanya. Bahkan Kepala Pekon sering kali kelabakan ketika ditanya tentang sebuah program yang ada dipekonnya. Ada usulan untuk membuat perda tentang keterlibatan yang luas dari masyarakat dalam pengawasan. Apakah perlu anggota DPRD Tanggamus menggalang keinginan untuk meminta BPK atau instansi lain yang berkompeten untuk melakukan audit investivigatif di Kabupaten Tanggamus?

CATATAN UMUM UNTUK ANGGARAN 2007

1. Ada beberapa SKPD yang di PPAS tidak mengajukan anggaran, karena mereka tidak menyerahkan Rencana Kerja Perangkat daerah (RKPD) sehingga ketika pembahasan di tingkat Panitia Anggaran agak membingungkan dan menyebabkan pembengkakan dana yang harus disiapkan. Misalnya : pengadaan motor dinas untuk Kepala Pekon yang tidak dianggarkan oleh Bagian Umum dan tidak ada di dokumen PPAS.

2. Ada kesenjangan antara keinginan Bupati dan apa yang diusulkan oleh SKPD. Sekali lagi contoh pengadaan motor dinas untuk Kepala Pekon yang tidak dianggarkan oleh Bagian Umum dan tidak ada di dokumen PPAS sementara Bapak Bupati sudah menyampaikan dibanyak tempat bahwa Kepala Pekon akan mendapat motor dinas di tahun 2007. Apa penyebab kesenjangan ini? ? ? ? (saya tidak ingin menduga duga, takut salah)

3. Pagu RAPBD yang ditetapkan oleh Pemda Tanggamus untuk tahun 2007 terlalu optimis, sehingga ketika ternyata faktanya tidak sebesar yang diinginkan panitia anggaran agak kebingunan untuk memangkas. Karena semua merasa programnya adalah prioritas. Untuk tahun yang akan dating jangan lagi terjadi dan kalau membuat pagu untuk tahun berikutnya sama dengan anggaran di tahun sebelumnya.Toh, kalau ada kelebihan dari dugaan, anggaran dapat dirubah dengan RAPBD Perubahan.

Disampaikan dalam RAPAT PARIPURNA PENYAMPAIAN NOTA KEUANGAN RAPBD TH 2007 di KOTA AGUNG, 09 JANUARI 2007

Minggu, Maret 30, 2008

Selamatkan Pasar Tradisional

Pemda Harus Segera Lakukan Regulasi Pasar Tradisional
SKH Radar Tanggamus - Senin, 17 Maret 08 - oleh : adyjin

KOTAAGUNG - Kekhawatiran para pedagang pasar tradisional dengan maraknya pasar modern yang berdampingan dengan lokasi pasar tradisional harus mendapat tanggapan serius dari Pemda Tanggamus. Hal ini berkaitan dengan usaha mereka yang terancam gulung tikar akibat kalah bersaing. Karena selain kalah dalam hal modal, para pedagang pasar tradisional mengaku kalah dalam promosi, pengelolaan dan juga sebagian lokasi toko yang mereka akui kurang strategis. ”Apalagi kalau sudah dihadang Indomart dan Alfamart di depan, ya udah kita tinggal kebagian ampasnya doang,” ungkap Amir, salah seoarang pedagang semabako di Pasar Tugu Talangpadang kepada Radar Tanggamus, kemarin.
Menanggapi permasalahan ini, Ir. Akhmadi Sumaryanto, Ketua Fraksi PKS DPRD Tanggamus mengungkapkan, agar kelangsungan pasar tradisional tetap terjaga di tengah-tengah banyaknya pasar swalayan, perlu adanya penataan dan pembenahan di segala aspek manajemen pasar dengan mengeluarkan regulasi kebijakan yang berpihak kepada pasar tradisional.
Langkah penataan dan pembenahan itu, menurutnya, dengan melakukan pemeliharaan dan pembangunan kembali terhadap pasar-pasar yang dalam kondisi sudah tidak layak, dengan melakukan redesain (rekayasa tata ulang) bangunan fisik pasar. ”Dengan demikian, memungkinkan semua pedagang nyaman dan mempunyai akses yang sama terhadap pembeli,”terangnya.
Selama ini, kosongnya beberapa los dan kios yang ada di pasar salah satunya disebabkan dengan desain bangunan yang menyebabkan pedagang tidak dapat mengakses para pembeli yang datang kepasar. “Akibatnya kios yang berada pada tempat yang setrategis menjadi pilihan utama para pedagang. Sedangkan kios atau los yang berada di pojok kurang mendapat penawaran dari pedagang,” lanjutnya.
Menurut Akhmadi, pembiayaan pemeliharaan dan pembangunan kembali terhadap pasar tradisional tentu membutuhkan dana cukup besar dan akan sangat berpengaruh terhadap pembiayaan pos-pos lain pada APBD. “Namun, bagaimana juga Pemda segera melakukan terobosan kebijakan mengenai pasar tradisional bila tidak ingin pasar tradisional di Tanggamus ini dalam kondisi mati mengenaskan,” imbuhnya.
Selain itu, katanya, harus dilakukan pembenahan manajemen pengelolaan pasar. Konsep manajemen yang mengedepankan income-sentris dari pengelola pasar dengan menarik retribusi, harus diubah dengan menyeimbangkan antara pemberian pelayanan yang baik kepada komunitas pasar, baik itu pedagang, pembeli maupun pihak-pihak lain yang memanfaatkan jasa pasar. “Baik dari segi kebersihan, keamanan dan kenyamanan, agar masyarakat secara umum tetap menyukai berbelanja di pasar tradisional,”lanjutnya.
Dan yang paling penting,ungkapnya, Pemda Tanggamus perlu mengeluarkan kebijakan atau regulasi bisa berupa peraturan daerah atau surat keputusan Bupati yang mengatur hubungan antara pasar tradisional dan pasar modern. “Yang terpenting zonasi pasar modern harus diatur sedemikian rupa agar tidak berdampak pada pasar tradisional. Dengan demikian, pasar tradisional akan tumbuh berkembang dengan sehat, dan para pelaku ritel besar juga dapat berinvestasi di Tanggamus tanpa ada hambatan, baik secara sosio-kultural,” pungkasnya. (Andri Cahyadi)

Ini "Surprise" buat Saya

Penjaringan Calon - Akhmadi: Ini 'Surprise' buat Saya

SKH Lampung Post, Senin 24 Maret 200.


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Akhmadi Sumaryanto (44) mengaku tidak menyangka namanya bakal muncul sebagai calon wakil gubernur (cawagub) mendampingi calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zulkifli Anwar.

"Ini surprise buat saya. Saya tahu ini setelah di-SMS pengurus DPW dan teman-teman banyak yang tahu setelah buka internet. Ternyata ada nama saya," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Tanggamus ini saat dihubungi tadi malam (23-3).

Sebelumnya, Akhmadi mengaku sudah tahu ia merupakan satu di antara lima bakal cawagub. "Setahu saya nama-nama itu juga diajukan kepada calon gubernur. Mungkin, Pak Zul memilih saya," kata ayah tujuh anak ini.

Ketika ditanya apa langkah selanjutnya, suami Ispriyani ini mengatakan akan meneruskan konsolidasi. "Sebelumnya kami melalui partai sudah membentuk tim dan sudah berjalan. Selanjutkan kami akan bentuk tim lagi dan melakukan konsolidasi. Ada tim-tim lain yang belum dikukuhkan. Selanjutnya, sosialisasi diri," kata Ketua Komisi Kebijakan Publik pada Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Lampung ini.

Akhmadi menilai pilkada merupakan bagian proses demokrasi. Untuk itu dia berharap masyarakat Lampung tidak terpecah belah dalam proses pilkada ini. "Beda pilihan itu demokrasi, tapi jangan sampai terpecah belah. Kita ami pilkada damai. Siapa pun yang terpilih kita dukung nantinya," kata Akhmadi yang sekarang tinggal di Gisting, Tanggamus.

Akhmadi lahir di Gisting, 31 Maret 1964. Ia menamatkan SD dan SMP di Gisting, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Tanjungkarang. Setelah itu kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Selain berkarier di bidang politik, Akhmadi sempat mengajar di SMA Muhammadiyah Gisting dan menjadi kepala sekolah sejak 1996 hingga 2002.

Ia menjadi ketua DPD Partai Keadilan (PK) Tanggamus 1998--2003. Setelah itu, pada 2003--2005, Akhmadi menjadi ketua DPD PKS Tanggamus. Kini, putra pasangan guru, H. Saelan (almarhum) dan Hj. Tasmini ini menjabat ketua Fraksi PKS di DPRD Tanggamus.

Kini, sehari-hari, Akhmadi giat memberi ceramah agama. Bahkan, pada bulan Maulid ini, jadwalnya makin padat. "Ini juga bisa saya jadikan momen untuk sosalisasi diri," ujarnya.

Akhmadi mengaku merasakan betul kesulitan hidup. Dia sering merasa gaji kedua orang tua tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sebulan.

Untuk itu, orang tuanya acap harus bekerja serabutan untuk mencari tambahan penghasilan seperti dengan menjadi buruh pemetik kopi, cengkih, dan berdagang setiap hari pasaran.

Akhmadi hidup terpisah dengan orang tua sejak SMA karena indekos di Bandar Lampung. Untuk menekan biaya hidup, ia kerap membawa bahan mentah seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dari Gisting. n JUN/ONO/R-2