Kamis, Mei 08, 2008

DEKLARASI PASANGAN ZULKIFLI ANWAR-AKHMADI SUMARYANTO


Cermin Pemimpin, Menuju Lampung Baru
SKH Radar Tanggamus, Senin, 05 Mei 08 - oleh : adyjin

BANDARLAMPUNG – Pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur (balongub-balonwagub) Lampung Zulkifli Anwar-Akhmadi Sumaryanto (Zul-Yanto) menyampaikan permohonan doa dan restu kepada masyarakat Lampung, kader, serta simpatisan PAN--PKS untuk dapat diberi kesempatan memimpin Bumi Ruwa Jurai periode 2009-2014.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Anwar didampingi Akhmadi Sumaryanto dihadapan massa yang hadir dalam deklarasi tersebut di depan halaman Stadion Sumpah Pemuda, kemarin.
Ada sejumlah pernyataan yang disampaikan pasangan tersebut dalam orasinya. Satu diantaranya, mereka berjanji komitmen untuk membawa Lampung menuju keadilan dan kesejahteraan yang telah lama diharapakan.
"Insya Allah atas dukungan masyarakat Lampung, kemenangan akan kita raih bersama. di Jawa Barat, Sumatera Utara, koalisi PKS-PAN berhasil meraih suara signifikan, mudah-mudahan dengan tekat dan harapan besar nanti Pilgub Lampung, akan kita menangkan," papar Zul seraya menegaskan dirinya bersama Yanto dalam mencalonkan diri karena ingin menjadi khalifah yang diberkati Allah Swt.
"Kami ingin membawa provinsi ini menuju kebaikan, bukan kepada keburukan,” imbuh bupati Lampung Selatan itu.
Cawagub Akhmadi Sumaryanto (Yanto) juga berharap, masyarakat Lampung bukan saja memperhatikan, tapi mengingatkan langkahnya dalam memimpin provinsi ini kelak jika terpilih. Tanpa sungkang-sungkan ia pun ssecara terbuka meminta masyarakat terus menegurnya jika langkahnya keluar dari komitmen dan harapan rakyat.
"Tegur saja kami jika keluar dari komitmen itu. Ingatkan kami jika melakukan kesalahan atau keluar dari komitmen serta koridor hukum,” pinta pria yang kini masih duduk sebagai anggota DPRD Tanggamus itu.
Sebelum pasangan tersebut melakukan orasi politik, dihadapan ribuan masa yang datang, Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir yang hadir bersama Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan dan sejumlah pengurus DPP lainnya juga berkesempatan membeberkan beberapa poin penting mengapa pihaknya bersama PKS, merekomendasi pasangan ini.
"Zul adalah calon pemimpin Lampung yang memiliki track record dan kemampuan yang dapat diandalkan. Sementara Akhmadi Sumaryanto adalaha kader PKS yang dikenal peduli dan terbukti bekerja untuk masyarakat. Sikap toleransi, bijak, dan mementingkan masyakat adalah bukti konkrit bahwa ia patut dan pantas mendampingi pemimipin Zulkufli Anwar," papar Sutrisno disambut aplus yang mengema di halaman terbuka itu.
Ia menegaskan, Lampung adalah provinsi dengan kedudukan dan letak yang sangat strategis.
Maka Lampung butuh pemimpin yang memiliki track record sekaligus bukti dapat membawa provinsi ini maju dan lebih berkembang.
"PAN--PKS memilih pasangan ini karena keduanya memiliki kemampuan yang dapat memimpin Lampung. Kami tidak risau dengan prediksi dari berbagai kalangan. Di beberapa daerah telah membuktikan bahwa pasangan yang dipilih oleh koalisi ini menang dan mampu bekerja untuk rakyat," papar Sutrisno Bachir optimistis bahwa Pemilu Gubernur (Pilgub) Lampung yang dijadwalkan 3 September mendatang, kemenangan akan diraih.
Soetrisno juga meminta seluruh kader dan simpatisan PAN-PKS tidak pesimistis karena melihat hasil polling yang dilakukan sejumlah pihak terhadap popularitas pasangan Zul-Yanto.
’’Kalau memang dalam polling Zul-Yanto menempati urutan terbawah, kita semua tidak perlu khawatir. Hal itu pernah terjadi pada pasangan HADE di Jawa Barat, tapi malah mereka yang menang,” ujar ketua parpol yang dekat dengan kalangan artis ini.
Karena itu, terusnya, seluruh kader dan simpatisan PAN-PKS serta tim sukses harus bekerja keras menuju tujuan utama, yakni memenangkan pasangan Zul-Yanto pada Pilgub 3 September 2008 mendatang. ’’Perlu diingat, kita jangan mau diadu domba oleh partai politik (parpol) dan calon lainnya. Karena, PAN-PKS bukanlah partai yang senang berkonflik. Kita semua berharap kemenangan pasangan ini bisa membawa Lampung keluar dari provinsi yang masih berkategori termiskin ini,” tuturnya.
Sementara, Ketua DPP PKS Habib Abu Bakar Al-Habsyi mewakili Presiden PKS Tifatul Sembiring menegaskan bahwa keterpaduan pasangan Zul-Yanto bisa mengantarkan kesejahteraan masyarakat Lampung. Zul-Yanto dihadirkan untuk membawa Lampung menuju lebih baik dari sebelumnya.
’’Karena itu, mari kita antarkan pasangan yang tidak memiliki perseteruan ini menuju kemenangan di pilgub dan bisa meraih 40 persen perolehan suara. Hidup Bang Zul, hidup Mas Yanto,” seru Habib Abu Bakar.
Baik Soetrisno Bachir maupun Habib sebelum mengakhiri orasinya mengajak agar seluruh kader dan simpatisan PAN-PKS yang memadati PKOR Wayhalim kemarin bersama-sama menyerukan yel-yel Zul-Yanto Sukses, Zul-Yanto Menang, Zul-Yanto Milik Kita Semua.
Pantauan di lokasi, deklarasi pasangan Zul-Yanto berlangsung meriah dan semarak dengan berkibarnya bendera PAN-PKS dan spanduk tim suksesnya. Tidak hanya itu, kader dan simpatisan juga dihibur penampilan Adi ’’KDI’’, Smile, Happy Salma, Silviana Herman, dan Verry.
Di pengujung acara deklarasi, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PKS Lampung Vittorio Dwison dan Ketua Panitia Deklarasi Pasangan Zul-Yanto Fikri Yasin membacakan ikrar kebulatan tekad pasangan Zul-Yanto.
’’Kami bertekad dan berjuang bersama masyarakat melalui Pilgub Lampung untuk memenangkan pasangan yang kami usung. Proses pilgub sebagai proses kepemimpinan politik dan membangun segenap kekuatan untuk menjadikan Zul-Yanto sebagai gubernur dan wakil gubernur Lampung dengan merangkul semua pihak,” kata Dwison dan Fikri berbarengan.
Dari DPP PKS, selain Habib, hadir fungsionaris lainnya seperti K.H. Abdul Hakim dan Al Muzzamil Yusuf, serta Korwil PKS Lampung Zahfan Badri. Sementara dari DPW hampir seluruh pengurus hadir, yang langsung dipimpin Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Jajuli. (M. Syaiful Amri)

Sabtu, Mei 03, 2008

Anak Guru

Akhmadi, Lahir dan Besar dari Keluarga Sederhana

SKH Radar Tanggamus, Senin, 14 April 08 - oleh : adyjin

Siapa yang menyangka, jika calon wakil Gubernur (wagub) yang berpasangan dengan calon Gubernur (cagub) Hi. Zulkifli Anwar yaitu Ir.Akhmadi Sumaryanto, ketika kecil adalah seorang pengembala kambing dan sapi.
Bahkan, kader PKS yang masih aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Tanggamus ini, menggembalakan 12 ekor kambing sekaligus. Sedangkan seekor sapi yag mereka miliki terpaksa dijual oleh orang tuanya, karena menanduk dirinya saat tengah menggembalakannya. Selain mengembalakan kambing, Akhmadi kecil juga pernah nekat berjualan balon tiup dan juga es lilin, meskipun dilarang oleh kedua orang tuannya, yang ketika itu berprofesi sebagai Guru SD di Kecamatan Gisting.
Kedatangan keluarga Akhmadi ke Gisting, pada tahun 1962 dipenuhi dengan suka duka. Ayahnya (alm) Hi. Saelan dan Ibunya, Hj. Tasmini bukan merupakan orang berada.
“Ketika pertama kali merantau ke Lampung ini, sesampainya di Kecamatan Pringsewu kami sempat kehabisan ongkos,” kata Akhmadi. Saat itu, lanjutnya, dikocek orang tuanya hanya tersisa uang Rp5, meskipun haus tidak tertahan, tidak ada yang berani beli es dengan alasan takut uangnya tidak cukup untuk ongkos ke Gisting.
Sesampainya di Lampung, ibunya yang terlebih dahulu menjadi PNS mulai mengabdikan diri, sebagai pengajar di SDN 2 Gisting. Ada kisah yang cukup menarik yaitu saat ayahnya mulai juga menjadi PNS sebagai guru SD. “Bapak membawa ijazah ke Pemda Propinsi, dan pulangnya sudah membawa SK sebagai PNS untuk mengajar di SDN 3 Gisting,” tabahnya.
Bagi Akhmadi, sosok ayahnya merupakan guru kehidupan baginya. Baik guru politik, maupun guru dalam bidang sosial kemasyarakatan.
“Bapak merupakan guru bagi saya untuk hidup sederhana dan apa adanya,” imbuhnya. Kesederhanaan yang ditanamkan oleh orang tuannya, bukan sekedar karena penghasilan orang tuanya yang cukup minim pada saat itu, tapi benar-benar hidup dengan pola sederhana karena gaji orang tuanya pada saat itu tidak mencukupi untuk biaya hidup selama satu bulan. Saat itu, profesi PNS jauh kalah bergengsi dengan para petani kopi. Waktu Akhmadi masih duduk di bangku SD, teman sebayanya yang merupakan anak petani kopi kerap membawa uang jajan yang amatbesar, sementara dirinya baru menikmati uang jajan ketika kelas 2 SMP, itupun hanya jika ada pelajaran olah raga, karena jarak lapangan cukup jauh dari sekolah.
Hal-hal seperti itu membuat dirinya merasa dekat dengan masyarakat kecil yang hidup serba kekurangan.
“Saya pernah menjadi petani dan pernah merasakan betapa sulitnya menjadi petani,” kenangnya. Seperti saat hari raya Idul Fitri, Akhmadi terpaksa menjaga burung agar tidak makan padi milik orang tuanya yang hampir panen. Hal-hal seperti itu merupakan romantisme, yang menjadi bekal hidup berarti.
Disinggung tentang pengalaman politik, Akhmadi menuturkan bahwa pengalaman politiknya dimulai dari tahun 1973. Saat itu, dirinya terkesan dengan sebuah gambar kampanye PPP dari koran Pelita milik orang tuannya.
“Saat itu, saya mulai tertarik dengan politik, saya mulai bertanya kepada orangtua saya mengenai partai politik,” imbuhnya. Tetapi beberapa saat kemudian, dirinya mulai menjauhi politik dan tidak tertarik sama sekali dengan politik lantaran ayahnya dijebloskan ke penjara selama 78 hari karena dituduh menjadi simpatisan PPP dan dianggap anti pemerintahan
“Saya mulai berfikir bahwa di politik itu banyak resiko-resiko yang cukup membahyakan,” lanjutnya.
Kembalinya Akhmadi ke kancah politik, karena desakan dari kawan-kawannya saat di bagku Unila.
“Saat itu, saya sedang rapat sebagai kepala sekolah, dan saya di telpon oleh Abdul Hakim (saat ini anggota DPR RI, red) dan dipaksa untuk jadi ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS),” terangnya.
Sejak saat itu, dirinya berkecimpung di dunia politik, bahkan menjadi anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera. “Jika bukan karena dorongan dari kawan-kawan dan keinginan untuk memperbaiki masyarakat ini, saya lebih nyaman jadi guru lagi, meskipun guru honor murni,” ujarnya. Termasuk pula ketika dirinya ramai dicalonkan dalam pilgub mendatang sebagai cawagub. Akhmadi mengungkapkan bahwa hal tersebut bukan merupakan keinginannya, melainkan pilihan dari teman-temannya. “Saya diamanahi oleh PKS untuk mendampingi Bang Zul sebagai wakil Gubernur, maka tidak ada pilihan lain kecuali menerimanya dan mengerjakannya dengan kesungguhan, karena pada prinsipnya jika diberi amanah harus dipegang dengan kukuh,” pungkasnya. (*)

AKHMADI - WATALA Gelar Diskusi

Akhmadi--Watala Gelar Diskusi

SKH Radar Tanggamus, Jumat, 11 April 08 - oleh : adyjin

KOTAAGUNG - Kerusakan hutan, hingga kini sulit diatasi, terlebih belum ada formula yang tepat untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi. Untuk itu, saran, kritik dari kalangan LSM yang concern terhadap perlindungan lingkungan diharapkan menjadi satu solusi yang dihadapi di hampir seluruh wilayah di Provinsisi Lampung.
Demikian diutarakan calon wakil gubernur Lampung Ir. Akhmadi Sumaryanto, kepada harian ini kemarin.
"Kami melakukan diskusi kemarin yang cukup panjang dengan kalangan LSM di kantor Watala Bandarlampung. Banyak poin penting yang didapat. Setidaknya satu harapan dari poin-poin tersebut dapat menjadikan mayarakat semakin harmonis dengan alam," papar kader PKS itu.
Selain melakukan diskusi tentang lingkungan hidup, dalam kesempatan tersebut juga dibahas permasalahan kesehatan masyarakat.
"Kita cukup prihatin dengan banyaknya kasus gizi buruk, juga pelayanan kesehatan bagi orang miskin yang masih perlu mendapatkan peningkatan," paparnya.
Hasil diskusi, imbuh Akhmadi menjadi masukan bagi pemerintah agar penangannya lebih serius.
Setelah melakukan diskkusi, Akhmadi menyempatkan diri untuk menghadiri undangan masyaraktan Pekon Panjerejo Kecamatan Gadingrejo dalam rangka peringatan Maulid Nabi di masjid Al Mustaqiem.
Dalam kesempatan tersebut, Akhmadi mengajak masyarakat, terutama kaum muslimin untuk menteladani segala aspek tentang Rasulullah SAW, yang menurutnya adalah tauladan utama.
"Segala aspek yang ada pada Rasulullah Saw., adalah hikmah yang sangat patut untuk kita ikuti," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Hi. Harno Rosyadi, S.E., dan Hi. Samingan.(Andri Cahyadi)

Respon Masyarakat

Pencalonan Akhmadi sebagai Wagup Direspon Positif Masyarakat

SKH Radar Tanggamus, Sabtu, 29 Maret 08 - oleh : adyjin

KOTAAGUNG - Dicalonkannya Ir. Akhmadi Sumaryanto oleh DPP PKS sebagai calon wakil Gubernur Lampung mendampingi, Hi. Zulkifli Anwar, mendapat respon positif banyak kalangan. Akhmadi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Tanggamus dikenal sebagai sosok yang tegas, lugas, visioner, namun tetap bersahaja.
“Beliau memang pantas untuk meju pada Pilgub nanti. Karena saya yakin beliau memang memiliki kapasitas kepemimpinan yang cukup memadai untuk turut memajukan Lampung,” terang Yani, salah seorang warga Gisting kepada Koran ini, kemarin.
Selain itu, menurutnya, perpaduan antara Ir. Akhmadi dan Bang Zul (Zulkifli Anwar, red) merupakan perpaduan yang ideal, karena keduanya dapat saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.
“Kalau dipadukan dua kekuatan ini, maka yang terjadi adalah kekuatan yang luar biasa untuk pengembangan Lampung kedepan,” lanjutnya.
Sementara itu, sejumlah masyarakat lainya juga telah merespon munculnya Akhmadi sebagai calon wakil Gubernur. “Sebagai orang Tanggamus, kami cukup bangga ada putra daerah Tanggamus yang turut melaju dalam perhelatan pemilihan gubernur mendatang,” ungkap Kartini, salah seorang warga Gisting lainnya. “Dan sudah menjadi kewajiban kami untuk memenangkannya,” tambahnya.
Selain datangnya sejumlah dukungan, undangan dari masyarakatpun mulai mengalir kepada pigur bakal calon wagub ini. Kemarin malam (27/3), Ir. Ahmadi Sumaryanto mendapatkan undangan mengisi pengajian peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Manar, Dusun Waynabang, Pekon Terbaya, Kotaagung. Kemudian pada Jumat siang (28/3) Akhmadi Sumaryanto juga berkesempatan mengisi pengajian peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Hidayah Dusun Tengos, Pekon Sanggi, Kecamatan Bandarnegeri Semoung. Peringatan Maulid Nabi ini diselenggaraka oleh PAC Muslimat NU Kecamatan Bandarnegeri Semoung.
Dalam ceramah agama yang disampaikannya, Akhamdi mengajak kepada masyarakat untuk terus mentauladani akhlak Nabi Muhammad yang memang sempurna. Selain diisi ceramah agama, pada kesempatan tersebut juga dibagikan hadiah bagi para pemenang perlombaan dalam rangka menyemarakkan Maulid Nabi di pekon tersebut. Lomba yang digelar antara lain, lomba Mawalan, hafalan Surat Yasin dan Surat Waqi’ah. (Andri Cahyadi)