Jumat, Agustus 27, 2010

Kepurbakalaan: Situs Luput dari PerhatiaN

Sejumlah peninggalan sejarah di Kabupaten Tanggamus, seperti situs Batu Bedil, makam Islam kuno Wonosobo, Tugu Perjuangan Rakyat Kotaagung, Goa Jepang, dan sebagainya, luput dari perhatian pemerintah.
"Perhatian pemerintah terhadap keberadaan situs-situs ini sangat minim. Masyarakat Tanggamus seakan lupa sejarah mereka. Padahal, keberadaan situs-situs itu menjadi lambang, bahwa sejak zaman purbakala nenek moyang Tanggamus sudah berinteraksi dengan dunia luar," kata Akhmadi Sumaryanto, anggota DPRD Tanggamus, akhir pekan lalu.
Akhmadi mencontohkan situs purbakala Batu Bedil, di Dusun Batu Bedil, Pekon Batu Bedil, Kecamatan Air Naningan, yang terancam punah. Padahal, Batu Bedil adalah bukti sejarah adanya penduduk di wilayah ini pada masa lalu yang berhubungan dengan Kerajaan Sriwijaya. Di sini terdapat tiga kompleks megalitik dan prasasti Batu Bedil yang letaknya berdekatan di Pekon Batu Bedil Hulu dan Hilir, sekitar 10 menit berkendaraan ke arah utara dari gerbang kompleks Bendungan Batu Tegi. Yaitu, Komplek Batu Bedil seluas 5,6 hektare, Batu Prasasti (2,1 hektare), dan Batu Gajah (720 meter persegi).
Di kawasan situs Batu Bedil terdapat Prasasti Batu Bedil, menhir besar, sebuah lumping batu, arca Nandhi dari abad IX yang merupakan kendaraan Dewa Siwa, dan arca Ganesha yang merupakan arca Dewa Ilmu Pengetahuan (Dewa Wisnu).
"Kami mengharapkan Pemkab Tanggamus mulai mengalokasikan dana untuk merawat situs-situs bersejarah ini," kata Akhmadi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanggamus H. Bahagia Saputra, Jumat (20-2), membenarkan telantarnya keberadaan benda peninggalan sejarah di Kabupaten itu.
"Sebenarnya itu aset bagi Tanggamus, untuk menjaring wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Tanggamus. Terutama dalam rangka Visit Lampung Years 2009 ini," kata Bahagia.
Menyinggung keberadaan makam Islam kuno Wonosobo, kata Bahagia, mulai APBD-P Tahun 2009 ini, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata akan mengusulkan anggaran untuk pembebesan lahan di sekitar makam. Kemudian, akan dilakukan pemugaran, dan pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di sekitar taman. "Diharapkan nantinya makam Islam kuno ini akan menjadi wisata relegi," kata dia. UTI/N-1
KOTAAGUNG – Setelah melalui pembahasan intensif, akhirnya DPRD dan eksekutif menandatangani nota kesepakatan kebijakan umum perubahan anggaran (KUPA) dan prioritas plafon anggaran (PPA) atas APBDP 2010.

Nota kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Pimpinan Dewan Hi. Imran Rasyid, B.Sc. dan Bupati Tanggamus Hi. Bambang Kurniawan, S.T. dalam rapat paripurna DPRD setempat kemarin (15/6). Rapat pada hari itu turut dihadiri Wakil Bupati K.H. Sujadi Saddat, Sekkab Ir. Gunawan T. Wiyatna, M.M., jajaran uspida, para kepala dinas/instansi/badan/bagian, camat, dan berbagai elemen masyarakat.

Juru Bicara Badan Anggaran (Banang) DPRD Tanggamus Ir. Akhmadi Sumaryanto dalam laporan hasil pembahasannya mengatakan, KUPA atas APBDP 2010 merupakan dokumen perubahan perencanaan yang dijadikan pedoman dalam rangka penyusunan draf APBDP.

Di mana keberadaannya dimaksudkan untuk mengoreksi atau merevisi kebijakan pembangunan yang sebelumnya telah disepakati antara DPRD dan pemda. Karena pada APBDP terjadi perubahan target pencapaian kinerja yang terukur dari setiap urusan pemda dan perubahan proyeksi pendapatan.

’’Selain itu, KUPA juga menjadi dasar penentuan PPA. Dengan PPA perubahan ini, Pemkab Tanggamus akan berusaha menjawab secara konkret tuntutan masyarakat terhadap prioritas pembangunan,” kata Akhmadi.

Adapun prioritas plafon anggaran perubahan (PPAP) APBD 2010 Tanggamus adalah pendapatan sebelum perubahan Rp516.570.545.610, setelah perubahan menjadi Rp603.759.201.785.

Selanjutnya belanja sebelum perubahan Rp529.746.812.140,13, setelah perubahan menjadi Rp634.902.285.040,13 atau terjadi perubahan Rp31.143.083.255,13.

Ir. Akhmadi Sumaryanto berharap pasca disahkannya rancangan KUPA dan dan rancangan PPAP APBD 2010 ini dapat benar-benar dijadikan pedoman pemeritah daerah dalam penyusunan APBD Perubahan Tanggamus 2010.

Dalam kesempatan itu, bupati Tanggamus juga menyampaikan draf APBDP 2010. Selanjutnya, rancangan APBDP ini akan dibahas secara seksama antara Banang DPRD dan tim anggaran eksekutif disesuaikan dengan KUPA dan PPA yang ada. (ehl/fik)

Kenapa semakin tidak membanggakan ya sebagai Bangsa Indonesia?
Apa Khabar Indonesia? Kenapa semakin hari semakin tidak ada yang membanggakan sebagai rakyat Indonesia. Saya sudah berusaha bersikap seperti Kumbokarno.