Selasa, Februari 14, 2012

BMPS Tanggamus terbentuk

F. Mukhtaruddin Ketua BMPS Tanggamus
Jumat, 10 Februari 2012
SOAL PENDIDIKAN: Salah satu anggota BMPS Tanggamus yang diberikan mandate oleh pengurus BMPS Provinsi Lampung, Ir. Akhmadi Sumaryanto menyampaikan persoalan dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Tanggamus.
GISTING - Pembentukan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Tanggamus akhirnya menetapkan F. Mukhtaruddin sebagai Ketua BMPS Kabupaten Tanggamus periode 2012-2017, sekaligus menjadi Ketua Formatur dalam pembentukan pengurus lengkap dibantu oleh Drs. Harsono, Bastari M. Nur, Darman, Zatunutqen, Suwardi dan Ir. Akhmadi Sumaryanto.
Kegiatan yang dihadiri pengurus yayasan dan perguruan swasta di Kabupaten Tanggamus, Kamis (9/2) diawali dengan acara pembukaan dan doa. Selanjutnya dirangkai dengan pembahasan kepengurusan BMPS Kabupaten Tanggamus.
Menurut salah satu anggota BMPS Tanggamus yang diberikan mandate oleh pengurus BMPS Provinsi Lampung, persoalan dunia pendidikan di Indonesia memang cukup banyak. Dan persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Bahkan kenyataannya, lebih banyak sekolah swasta dibanding sekolah negeri.
“Selama ini memang Kabupaten Tanggamus belum terbentuk BMPS, karenanya pengurus BMPS Provinsi  Lampung memberi mandate kepada Drs. Harsono sebagai ketua, Drs. Amiruddin Harun sebagai sekretaris dengan anggota di antaranya saya sendiri, Bastari M. Nur pada 9 Februari 2012 bertempat di SMA Muhammadiyah Gisting. Pemberi mandate mengundang seluruh perguruan swasta yang ada di Kabupaten Tanggamus dan dihadiri 19 orang yang mewakili perguruan swasta,” kata Anggota Komisi D DPRD Tanggamus ini. 
Dalam pertemuan tersebut, imbuh Akhmadi, mengemukakan beberapa hal yang merupakan kepentingan sekolah-sekolah di Tanggamus. Di antaranya keinginan sekolah untuk meniadakan Ujian Nasioan dan dikembalikan menjadi Ebtanas. Karena tidak tepat standarisasi sekolah berdasar nilai. Selain itu juga tentang pendirian sekolah negeri beredekatan dengan sekolah-sekolah swasta.
Setelah melalui pembahasan, maka dibentuklah formatur yang beranggotakan 7 orang yakni, Drs. Harsono, Bastari M. Nur, F. Mukhtarudin, Darman, Zatunutqen, Suwardi dan Akhmadi Sumaryanto.
Berdasarkan rapat formatur itu, ucap dia, terbentuklah BMPS Tanggamus dengan pengurus ketua F. Mukhtaruddin, wakil ketua, H. Darman, sekretaris Suwardi dan kelengkapan pengurus lainnya.
Setelah terbentuknya BMPS Tanggamus. Langkah selanjutnya adalah melaporkan terbentuknya BMPS ke pengurus provinsi untuk dilantik. Kemudian ia menekankan agar perguruan swasta meningkatkan mutu, peran dan tanggungjawabnya dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. (bet)


Senin, Februari 06, 2012


Berita di Lampost Online, Ahad, 5 Februari 2012
Dinkes Awasi Industri Rumah Tangga
GISTING—Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus melakukan pengawasan terhadap lima industri rumah tangga di Pekon Gisting Bawah kemarin. Tim pengawas dipimpin Deswita Apt (Dinas Kesehatan), kasi Farmakologi dan Higienis Makanan, dan Akhmadi Sumaryanto, anggota Komisi D DPRD Tanggamus. Turut hadir Kepala Pekon Gisting Bawah Triono.
Beberapa aspek yang dinilai antara lain adalah sanitasi lingkungan; kesehatan bahan, bumbu, dan pengolahan; serta peningkatan keterampilan karyawan. Penilaian dilakukan antara lain terhadap usaha Pratmi, produsen aneka kripik matahari di Dusun II B, Gisting Bawah, Kecamatan Gisting. Tim juga melakukan pembinaan kepada para pengusaha kecil dalam hal efesiensi produksi, pelabelan, rasa, serta warna makanan yang sehat dan higienis. (*/D-1)

Sabtu, Februari 04, 2012

Diskes Audit Izin P-IRT
Sabtu, 04 Februari 2012 
  Gisting - Sebagai tindak lanjut pelatihan produksi usaha bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Tanggamus pada Oktober 2011 lalu, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tanggamus melakukan audit bagi pengusaha kecil yang mengajukan izin Produksi Industri Rumah Tangga (P-IRT), Jumat (3/2) di 5 pelaku IRT Pekon Gisting Bawah dan Pekon Landbaw Kecamatan Gisting, Tanggamus.
Ketua tim audit Diskes Kabupaten Tanggamus, Dra. Deswita Apt, mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi diskes untuk menggelar audit dan penilaian terhadap pelaku usaha guna keamanan pangan bagi pelaku industri kecil.
“Ijin ini diperlukan oleh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat meluaskan penjualan. Karena minimarket berjaringan, supermarket yang peduli UMKM dan toko-toko besar lainnya mensyaratkan setifikat industri rumah tangga pangan (IRTP) bagi produk-produk makanan kemasan untuk dapat memasarkan produknya,” ungkap Deswita didampingi Kasi Farmakologi dan Hygienis Makanan serta anggota Komisi D DPRD Tanggamus, Ir. Akhmadi Sumaryanto dan Kepala Pekon Gisting Bawah, Triono saat melakukan audit.
Dia menjelaskan, beberapa aspek yang dinilai antara lain adalah sanitasi lingkungan, kesehatan bahan baku, bumbu dan pengolahan, serta peningkatan ketrampilan karyawan. Penilaian pertama dilakukan terhadap pelaku usaha milik Ny. Pratmi produsen aneka keripik Matahari di Dusun II B, Gisting Bawah, Kecamatan Gisting.
Selain melakukan audit, tim juga melakukan pembinaan kepada para pengusaha kecil tersebut. Pembinaan dilakukan dalam hal efisiensi produksi, labeling dan rasa serta warna makanan yang sehat dan hygienis. “Selain berusaha pembuatan aneka keripik, Pratmi juga mengusahakan buah naga yang pada saat tim datang sedang berbuah lebat,” ungkap Deswita.
Deswita mengaku, kegiatan pembinaan ini dilakukan sebagai langkah membina dalam hal pengetahuan, keterampilan dan tanggung jawab mutu dan keamanan pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).
Audit kedua dilakukan di kediaman Ny. Lastri yang merupakan anggota Kube Mawar dan memproduksi gipang ketan. Dilanjutkan ke Ny. Aniek produsen Peyek Bayem Anugerah Dusun 4 Gisting Bawah dan Ny. Bandiyah produsen Marning Jagung di Pekon Landbaw, salah satu alumni pelatihan sudah mengekspor hasilnya yakni UD Kopi Luwak Tanggamus Pekon Gunungsari, Kecamatan Ulubelu, Tanggamus milik Ngateman.
Pembinaan keamanan pangan adalah tahapan awal untuk mendapatkan sertifikasi bagi pemilik atau penanggung jawab produksi pangan yang selanjutnya sebagai dasar untuk mengajukan P-IRT.
“Setelah mengisi formulir pengajuan P-IRT tim audit diskes akan turun lapangan untuk pengecekan kesehatan dan kebersihan bahan baku, peralatan, higiene sanitasi. Pelaku industri pangan yang belum memiliki P-IRT bisa mengajukan program penyuluhan PKP untuk mendapatkan sertifikasi sebagai dasar pengajuan P-IRT ke Tim Perijinan diskes,” tegas dia.
Rencana jangka pendek dari usaha-usaha kecil adalah mendirikan koperasi UKM dan mempunyai outlet untuk memasarkan produksi-produksi khas lokal. Dia berharap produk industri rumah tangga pangan lokal mampu bersaing dari produk pangan dari luar Tanggamus.


Press ENTER to look up in Wiktionary or CTRL+ENTER to look up in Wikipedia

Kamis, Februari 02, 2012



 Bersama dg Timbalan Menteri Pelancongan dan Kebudayaan Kerajaan Kelantan Malaysia


 

POTENSI PARIWISATA TAGGAMUS DILIRIK OLEH INVESTOR MALAYSIA

Potensi pariwisata Kabupaten Tanggamus Lampung  memang banyak sekali. Mulai wisata gunung, laut, religi dan banyak lagi lainnya. Potensi2 tersebut selama ini belum banyak tergarap. Bahkan beberapa diantaranya terbengkalai dan tidak lagi menarik perhatian orang untuk mendatanginya.

Akan tetapi ternyata potensi tersebut, terutama potensi wisata pantai menarik orang lain untuk mengembangkannya. Hal ini  terungkap pada saat pertemuan antara pemkab Tanggamus dengan Timbalan (wakil) Menteri Pelancongan dan Kebudayaan Kerajaan Kelantan Malaysia, Tuan Guru Zainudin Awang Hammat. Pada pertemuan tersebut Pekab Tanggamus diwaili oleh Sekda Tanggamus, Gunawan T Wiyatna, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga,  M. Shobier Thoyib, Sekertaris Bappeda Andi Wijaya, dan Anggota Komisi D DPRD Tanggamus, Akhmadi Sumaryanto. Pertemuan diadakan di Hotel bukit Randu Bandar Lampung pada hari Senin malam Selasa, 30 Januari 2012, sembari melihat kota Bandar Lampung dari ketinggian Bukit Randu.

Pada pertemuan tersebut Tuan Guru Zainudin memaparkan konsep pengembangan pariwisata religius, dimana dibangun satu resort yang didalamnya selain tempat2 hiburan bernuansa Islami (seperti, pengunjung tidak boleh berbikini) juga ada tempat untuk menghafal Al Qur’an dan orang2 yang tertarik mendalami Islam di tengah2 kesibukannya.

Pihak Pemkab Tanggamus memaparkan beberapa potensi pariwisata yang dimiliki seperti teluk Kiluan di Kecamatan Kelumbayan dengan lumba lumbanya, Pantai Way Gelang dengan pasir putihnya, dan juga lingkungan Batu Tegi di Kecamatan Air Naningan dengan bendungan dan hutan di sekelilingnya. Selain itu juga alam Gisting Batu Keramat dengan pemandangan Gunung Tanggamus dan Teluk Semaka juga layak untuk dikembangkan untuk pariwisata reigius seperti yang dipaparkan Tn Guru Zainudin.

Pada saat berpamitan Tn Guru Zainudin juga menyampaikan keinginannya untuk bekunjung ke Tanggamus pada pertengahan bulan Februari. Diperkirakan tanggal 17 Feb 2012. Ketika ditanya kemungkinan datangnya, beliau menjawab 96 perseratus. Ketika ditanyakan maksudnya, dengan penjeasan yang lebih panjang ternyata yang dimaksud adalah 96 persen akan datang.