Selasa, Juli 19, 2011

Pemkab Gulirkan Program Jamkesta Tahun Ini
Diposting oleh: Jay
Selasa, 19 Juli 2011
KOTAAGUNG - Pemkab Tanggamus tahun 2011 ini akan menggulirkan program Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta). Dimana Pemkab Tanggamus akan bekerjasama dengan PT Askes, Bandarlampung.
Hal ini diketahui pada saat PT Askes Bandarlampung memaparkan program asuransi Jamkesta di hadapan Komisi D DPRD Tanggamus, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, RSUD Kotaagung dan Bappeda Tanggamus.
Kepala PT Askes Tanjungkarang, dr. H. Fahrurrozy, menyampaikan tentang keunggulan program ini. Program ini akan menjangkau seluruh penduduk Kabupaten Tanggamus. Pelayanan program ini juga termasuk program rawat inap bagi pasien yang harus menginap di rumah sakit.
“Sementara tujuan dari program ini, dimana Jamkesta adalah program berobat gratis bagi seluruh rakyat Tanggamus dan tidak terbatas bagi rakyat miskin saja. Tetapi untuk seluruh penduduk Kabupaten Tanggamus,” ungkapnya, kemarin, (18/7).
Selama ini sebagian rakyat Tanggamus telah ter-cover dengan beberapa jaminan kesehatan. Seperti Askes untuk PNS dan istri serta 2 orang anaknya, Jamkesmas yang merupakan program nasional bagi perlindungan kesehatan rakyat miskin dan Jamkesda yang meng-cover rakyat miskin dan tidak ter-cover Jamkesmas. Diluar ketiga kelompok tersebut itulah program Jamkesta diluncurkan.
“Demikian juga sumber pendanaan dari masing-masing program tersebut berbeda, Askes bersumberkan dana dari premi yang ditanggung PNS, Jamkesmas berasal dari dana APBN, Jamkesda berasal dari APBD. Sedangkan Jamkesta berasal dari APBD,” paparnya.
Kesempatan tersebut juga digunakan untuk lebih mengetahui program Jamkesta. Dari penjelasan tersebut terungkap beberapa penyakit besar memang tidak di-cover. Seperti cuci darah, general check-up dan lain sebagainya. Ada beberapa kendala yang mungkin muncul, misalnya pelayanan yang tidak cepat, atau terjadi pengklasan peserta Jamkesta.
Ada juga usulan program ini dilakukan swakelola oleh Dinas Kesehatan. Karena mengingat ada beberpa kekurangan bila kerja sama dengan pihak ketiga. Ada untung dan rugi bila bekerjasama dengan pihak ketiga, demikian juga bila dilakukan swakelola.
Sedangkan Ir. Hi. Akhmadi Sumaryanto, anggota Komisi D DPRD Tanggamus yang hadir pada saat hearing tersebut mengatakan, tujuan dilaksankannya hearing ini guna mengetahui secara langsung apa tujuan dari Pemkab Tanggamus memiliki program Jamkesta ini. Tentunya semua ini tak lain adalah mendukung bidang kesehatan agar semakin maju dan semakin merasakannya manfaat-manfaat program kesehatan yang diberikan kepada warga Kabupaten Tanggamus oleh Pemkab Tanggamus.
“Namun demikian, perlu kita ketahui bahwa masih banyak infrastruktur kesehatan di Tanggamus belum menggembirakan. Dimana masih banyaknya kendala di Puskesmas dan RSUD, karenanya masih harus mengandalkan rumah sakit lain di luar Kabupaten Tanggamus agar program ini berjalan dengan baikm,” jelas Akhmadi.
Untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan Jamkesta ini, tambah Akhmadi, ada forum kordinasi yang beranggotakan elemen-elemen masyarakat yang terkait dengan program tersebut. Selain itu sebelum ada perjanjian kerjasama, ada beberapa hal yang harus dibenahi, mulai dari standar pelayanan di tingkat puskesmas, peningkatan dan penambahan tempat tidur karena dengan adanya program ini akan terjadi overload pasien di RSUD Kotaagung dan rumah sakit-rumah sakit rujukan. Sehingga ada pemikiran untuk melibatkan rumah sakit swasta dalam program Jamkesta ini.
“Selain itu pendanaan yang cukup besar juga akan menyedot dana APBD, karenanya sedang diusulkan untuk mengajukan anggaran ke APBD provinsi. Paling tidak ada pembagian pembiayaan (sharing) antara kabupaten dan propinsi. Bagi saya, program ini cukup baik dan kalau berjalan dengan baik maka masyarakat sangat tertolong. Karena biaya kesehatan merupakan salah satu komponen yang cukup mahal dan sering menguras kantong. Bila program ini terlaksana, maka salah satu pos pengeluaran keluarga dapat ditutupi. Selain itu, jika program ini berjalan maka masyarakat mendapatkan layanan yang cepat di bidang kesehatan. Apalagi apabila diikuti juga program sekolah gratis sampai SLA untuk negeri dan swasta, maka masyarakat akan sangat tertolong. Dengan demikian masyarakat tinggal memikirkan untuk kebutuhan selain 2 hal tersebut,” urai Akhmadi lagi.
Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Komisi D, Deri Ardiansyah, dihadiri Anggota Komisi D, Fajrul Kamal, AM. Syafei, Tedi Kurnia, Jukman Effendi dan Akhmadi Sumaryanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. H. Nur Indarti beserta jajarannya, Kepala RSUD Kotaagung, dr. Ansyori Razak, Sekertaris Bappeda, Andi Wijaya, ST, MT., beserta jajaran Bappeda

Tidak ada komentar: