Senin, Februari 27, 2012

Tulisan ini dimuat di Harian Radar Tanggamus
Selasa, 14 Feb 2012

MENEROPONG PILKADA TANGGAMUS, SEPTEMBER 2012

Oleh : Akhmadi Sumaryanto

Tahun ini (2012) Kabupaten Tanggamus bersama dengan 2 Kabupaten lain melaksanakan pemilu kepala daerah (Pilkada). Jadwal sebelumnya akan dilaksanakan pada bulan Desember 2012, karena masa jabatan Bupati sekarang sampai Februari 2013, akan tetapi karena ada kebijakan untuk Pilkada serentak, maka Pilkada Tanggamus berssama 2 Kabupaten lain akan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2012.  Masing2 Pilkada di 3 Kabupaten mempunyai karakteristik masing2 dan. Kalau Lampung Barat sepertinya Incumbent (petahana) Drs. H. Muhlis Basri seperti melenggang sendiri, Kabupaten Tulangbawang terjadi persaingan yang ketat antara representasi petahana, wabup yang sekarang menjabat, dan kekuatan yang dibackup pihak luar, maka Tanggamus terjadi persaingan menarik antara 2 bakal calon Bupati, meskipun nama yang beredar lebih dari sepuluh nama.

Sampai saat sekarang memang belum banyak bakal calon yang mengklaim dirinya sebagai calon bupati dan diusung oleh Partai tertentu atau melalui jalur independen. Banyak spanduk yang dipasang akan tetapi juga belum mencantumkan keinginan mereka untuk menjadi balon Bupati. Malah kalau wakil Bupati sudah ada nama yang mengklaim, meskipun anehnya wakil dari siapa dan partai apa tidak disebutkan.  Ini terlihat dari spanduk yang dipasang di banya tempat.

Dari beberapa nama yang beredar di masyarakat, memang yang paling santer disebut dan sudah terlihat kegiatan nyata bersosialisasi berpusar kepada dua nama : H. Fauzan Sya’ie dan H. Bambang Kurniawan. Kedua duanya pernah dan sedang menjabat Bupati Tanggamus. H. Fauzan Sya’ie Bupati periode 2003 – 2008, yang waktu itu wakil Bupatinya H. Bambang Kurniawan. Dan H. Bambang Kurniawan Bupati periode 2008 – 2013 yang sekarang sedang menjabat, dan wakilnya adalah H. Sujadi Sadad yang sekarang menjabat Bupati Pringsewu periode 2011 – 2016.

Dari dua nama itu kemungkinan besar H. Bambang Kurniawan akan diusung oleh PDIP dan mungkin beberapa Partai lainnya. Ini terlihat ketika PDIP Tanggamus mebuka pendaftaran untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati, ada dua pendaftar : H. Bambang Kurniawan dan H. Fauzan Sya’ie. H Bambang Kurniawan adalah Ketua Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Tanggamus, sehingga punya kans lebih besar untuk dipilih mencadi Cabup dari PDIP dibandingkan H. Fauzan Sya’ie anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN.

Bagaimana dengan H. Fauzan Sya’ie? PAN dengan 6 kursi tentunya masih membutuhkan minimal 1 kursi lagi untuk bisa mengusung calon Bupati. Peluang untuk diusung PAN sangat tinggi, mengingat beliau adalah anggota FPAN di DPR RI.

Sebenarnya masih ada kekuatan poitik besar di Tanggamus, yaitu Partai Golkar yang memiliki 7 kursi di DPRD Tanggamus  dan berhak mengajukan calon Bupati anpa harus berkoalisi dengan Partai lain. Akan tetapi sapai tulisan ini dibuat, belum terlihat gerakan Partai Golkar, baik secara kepartaian maupun secara  kemasyarakatan. Ataukah ini sebuah strategi? Kalau ini strategi tentunya bisa jadi akan tertinggal startnya dengan calon lain. Ataukah karena masih ada tarik menarik di dalam tubuh internal Partai Golkar. Atau masih menyembunyikan calonnya dan akan disampaikan ke publik pada saat yang dianggap tepat, istilah mantan wanhat Golkar dulu, HM Soeharto, Satrio Piningit. Golkar sampai sekarang masih seperti kata Kho Phing Hoo, karimau yang menyembunyikan cakarnya.

Yang lebih menarik juga membicarakan siapakah yang akan digandeng mereka berdua  menjadi calon wakil Bupati. Karena dalam beberapa kesempatan selama ini, belum ada bakal calon Bupati yang secara terang2 an menyebut nama yang akan digandengan menjadi bakal calon wakil bupati. Secara perlahan memang sudah mulai terkuak siapakah yang akan digandengan mereka menjadi wakil Bupati.

Kamis Bersejarah.

Jawaban pertanyaan, siapakah yang akan digandeng oleh calon2 Bupati mulai terkuak pada hari Kamis 2 Feb 2012. Bisa dikatakan ini Kamis yang bersejarah bagi Kabupaten Tanggamus untuk lima tahun kedepan , karena pada Kamis Bersejarah ini ada peristiwa menarik dan hampir tidak terduga. Dimulai ketika H. Fauzan Sya’ie mendaftar ke panitia penjaringan PAN sebagai calon Bupati yang akan diusung Partai tersebut. Menariknya  pendaftaran ini berdua dengan H. Heri Iswahyudi yang nota bene ketua PC Nahdlatul Ulama Tanggamus. Sebuah kejutan karena ini menggabungkan dua kekautan. Kalau selama ini HFS direpresentasikan sebagai Muhammadiyah dapat menggandeng ketua PC NU Tanggamus sebagai bakal calon wakil Bupatinya. Pada hari yang sama pasangan ini HFS dan HIS juga mendaftar di Panitia Penjaringan PDIP Tanggamus.

Yang lebih menarik lagi, tidak lama setelah keduanya mendaftar, juga datang H. Syamsul Hadi Harun, Sekertaris PC NU Tanggamus kesekertarian penjaringan PDIP untuk mendaftar sebagai calon wakil Bupati yang akan diusung PDIP. Dengan demikian ada 5 orang pendaftar calon wakil bupati di PDIP untuk melengkapi 2 pendaftar Calon Bupati yang juga mendaftar di PDIP.

Siapa Calon Wakil Bupatinya?

Kalau melihat proses pendaftarannya, seperti HFS akan lebih memilih atau bahkan sudah memilih HIS sebagai bakal calon wakil Bupatinya. Bagaimana dengan HBK?

Dari 5 orang pendaftar wakil Bupati di PDIP, latar belakangnya ber beda2. Ada aktivis parpol : Khoirul Basri ketua PC Hanura Tanggamus, dan H, Mukhtar Ketua PC Kedaulatan Tanggamus. Ada juga Buyung Suhardi Kepala Pekon Belu Kec. Kota Agung Barat Tanggamus dan ketua APDESI Lampung, dan 2 orang tokoh NU Tanggamus : HIS Ketua PC NU Tanggamus dan H. Syamsul Hadi Harun Sekertaris PC NU Tanggamus.

Mari kita lihat peluang masing2. Khoirul Basri Ketua PC Hanura Tanggamus sampai sekarang belum mengembalikan formulir pendaftaran demikian juga Buyung Suhardi. H. Mukhtar menjadi calon wakil Bupati yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Akan tetapi dengan jumlah kursi yang hanya 1 di DPRD Tanggamus, sangat riskan bagi HBK atau HFS memilihnya. Tinggal ada dua tokoh NU, HIS dan HSH. HIS nampaknya akan dipilih oleh HFS menjadi calon wakil Bupatinya. Sehingga kemungkinan besar HBK akan memilih HSH sebagai calon wakil bupatinya.

Disinilah menariknya. Ada 2 tokoh NU yang akan bersaing dalam pilkada Tanggamus. Kalau pada tahun 2007, hanya ada satu calon yang berlatar belakang NU, KH Sujadi Sadad, yng mendampingi HBK, dan sekarang menjadi Bupati Pringsewu, maka tahun ini akan ada dua orang yang memperebutkan suara NU.

Bagaimana Peluang Kompetitor Lainnya

Ada beberapa nama yang sudah memunculkan niat untuk menjadi calon Bupati : seperti : Nuh Hamdi, Akuan Effendi, Zubirmansyah, Rizal Umar, Misri Jaya Latif, Indra Ismail, dan lainnya. Hanya memang ari calon2 tersebut masih belum ada gerakan yang masif seperti HBK dan HFS. Kekuatan kedua calon ini, karena keduanya incumbent adalah jaringan yang sudah mengakar apalagi keduanya juga dicalonkan Partai2 besar. Apalagi kalau keduanya memilih wakil bupati dari kalangan NU, maka jaringan yang sudah mengurat mengakar akan menjadi modal. Meski akan dipertanyakan kepada siapa suara warga  NU akan diberikan ketika Ketua dan Sekertarisnya berhadapan?

Ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagi calon2 lainnya. Kalau isu perpecahan NU bisa dikemukakan, dan mampu menggalang suara mereka yang kecewa karena itu, dan suara2 lain yang tidak merepresentasikan NU dan Muhammadiyah, maka calon diluar kedua calon ini (HBK dan HFS) dapat mendulang suara yang signifikan.

Lalu bagaimna endingnya? Masih panjang sepertinya episode Pilkada Tanggamus ini. Tahapan resmi dari KPU belum dimulai, tapi intronya bisa jadi sudah sangat menarik. Kita lihat saja bersama bagaimana permainan sebenarnya akan digelar.

Tidak ada komentar: